Bacaan Alkitab, Sabtu, 11 Juli 2026 :
Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. (Pengkhotbah 12:13)
Banyak hal kehidupan manusia di dunia tidak dapat kita kendalikan baik masa depan, keberhasilan dan umur panjang. Kehidupan manusia di dunia sangat singkat. Kita diajarkan pergunakan waktu dengan baik, untuk tidak bermalasan. Untuk itu manusia dalam kehidupan harus mempunyai tujuan dan cita cita. Mereka mulai berencana dan melakukan dengan kemampuan serta talenta masing-masing. Semua kemampuan kita ini perlu ada kemampuan mendekatkan diri dengan Tuhan dan menerapkan kebenaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai orang percaya kita harus mengajarkan anak-anak kita sejak dini untuk mengenal Tuhan. Agar mereka hidup berlandaskan Firman Tuhan dan kita menikmati setiap berkat dari Tuhan, dengan kita bekerja secara benar dan jujur. Bila hal ini tidak dilakukan, mereka bertindak dan menyatakan sesuai dengan kemampuan nya sendiri yang akhirnya mereka bisa menjadi sombong dan berkuasa, bahwa setiap keberhasilan karena kemampuannya. Mereka lupa bahwa mereka bisa tua dan kekuatan tubuh berkurang dan apa yang kita miliki adalah milik Tuhan dan semuanya akan berlalu.
Di tengah kenyataan itu, Pengkhotbah mengajak kita tidak menjadi putus asa, melainkan hidup dengan hikmat. Kita diajak menerima setiap musim kehidupan sebagai bagian dari pemeliharaan Tuhan, bekerja dengan rajin, menikmati berkat yang Tuhan berikan dengan hati yang bersyukur, dan tetap setia melakukan kehendak-Nya meskipun kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan.
Puncak dari seluruh kitab ini terdapat dalam Pengkhotbah 12:13. Setelah mencari makna hidup ke berbagai arah, Salomo menyimpulkan bahwa tujuan hidup manusia adalah takut akan Allah dan menaati perintah-Nya. Takut akan Allah bukan berarti hidup dalam ketakutan, melainkan menghormati, mengasihi, mempercayai, dan menempatkan Allah sebagai yang terutama dalam setiap keputusan.
Dunia sering mengukur keberhasilan dari jabatan, harta, atau pencapaian. Namun Allah melihat hati yang setia. Hidup yang sederhana tetapi taat kepada Tuhan jauh lebih bernilai daripada kehidupan yang penuh keberhasilan tetapi jauh dari-Nya.
Marilah kita menjalani setiap hari dengan kesadaran bahwa hidup adalah anugerah. Gunakan waktu yang Tuhan berikan untuk mengasihi-Nya, melayani sesama, bekerja dengan setia, dan hidup sesuai firman-Nya. Ketika kita hidup dalam takut akan Tuhan, hidup kita memiliki arah, damai sejahtera, dan pengharapan yang melampaui keadaan dunia. Kitab ini sangat relevan bagi orang percaya: hidup yang bermakna bukanlah hidup yang memiliki semuanya, melainkan hidup yang mengenal Allah, menaati firman-Nya, dan setia kepada-Nya sampai akhir.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.
(MSN11072026)
Pokok Doa SRHI GBIK
Sabtu, 11 Juli 2026
- Berdoa untuk persiapan ibadah hari Minggu besok, agar setiap petugas yang melayani dapat mempersiapkan diri dengan baik, diberikan kesehatan dan kerendahan hati untuk melayani.
- Berdoa bagi gereja-gereja yang berada dalam tekanan atau kesulitan agar tetap teguh berdiri dalam iman, pengharapan dan kasih.
- Berdoa bagi bangsa Indonesia agar dijauhkan dari segala bencana alam dan diberikan ketenangan dalam menghadapi berbagai tantangan cuaca yang ekstrim dan yang tidak menentu.
Pokok Doa untuk Cabang Marga Mulya, Monterado – Kalimantan Barat
- Berdoa untuk jemaat yang sedang sakit dan dalam proses pemulihan kesehatan supaya Tuhan jamah sehingga dapat segera sembuh. Doakan juga supaya Jemaat terlindungi dari segala kecelakaan maupun marabahaya lainnya;
- Berdoa untuk kebutuhan laptop gereja yang sudah tidak memadai untuk dioperasikan. Tuhan memberkati supaya ada dana yang cukup untuk membeli laptop yang baru;
- Berdoa untuk pelayanan Sdr. Imanuel Hutagalung supaya Tuhan memberkati dengan kesehatan, hikmat dan kemampuan untuk dapat terus melayani dengan penuh sukacita bersama jemaat di Cabang Marga Mulya.

