Beranda » Inspirasi Iman » Santapan Rohani Hari Ini » Teologi Cinta : Ada Uang Abang Disayang, Tak Ada Uang Abang Ditendang

Teologi Cinta : Ada Uang Abang Disayang, Tak Ada Uang Abang Ditendang

Bacaan Alkitab, Senin, 13 Juli 2026

Kidung Agung 1-8

“Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina” (Kidung Agung 8:7)

Ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang”, begitulah jargon legendaris yang sering kita dengar diwarung kopi atau bahkan digereja kita sendiri. Tragisnya jargon ini sering kali dijadikan dasar seseorang untuk menjalin sebuah hubungan; sehingga hubungan yang dihasilkan bukan hubungan yang jujur apa adanya, melainkan hubungan transaksional yang dipaksakan dalam balutan rasa suka. Hubungan yang traksaksional akhirnya melahirkan kenyamanan palsu yang sewaktu-waktu bisa runtuh oleh ketiadaan materi maupun ego diri yang terlalu tinggi ketika melihat pria atau wanita lain lebih bermateri.

Menariknya raja Salomo yang dikenal sebagai raja yang sangat kaya menuliskan satu bagian menarik yaitu “Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, ia pasti akan dihina”. Kalimat tersebut ditulis dengan hikmat Ilahi yang memberi sebuah pesan berarti yaitu “cinta tidak memiliki label harga yang dapat dibeli”; bahkan dibagian akhir terdapat penekanan yang menohok yaitu “ia pasti akan dihina” atau dalam pengertian lain “orang yang berusaha membeli cinta adalah orang yang tidak tau esensi aslinya”.

Tentu saja kita perlu membedakan antara “dasar cinta” dengan “usaha mencinta” sehingga kita tidak membenturkannya dengan budaya-budaya di Indonesia yang “memiliki mahar” untuk merealisasikan usaha dalam mencinta. “Usaha dalam mencinta merupakan bagian yang sangat penting untuk memperlihatkan kesungguhan dan ketulusan, namun dasar cinta merupakan bagian terpenting untuk melahirkan cinta sejati yang tidak mudah luntur oleh materi”.

Jika konsep “ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang” dipakai oleh Tuhan, maka sejujurnya kita sudah dari dahulu terbuang dan terlupakan. Apalagi terkadang kita inkonsisten dalam mengasihi Tuhan dan malah suka mendua hati untuk mengasihi dosa dengan segala kenyamanan semu didalamnya. Namun ternyata kasih Tuhan tidak dapat dipatahkan oleh kegagalan kita dan tidak dapat dibeli dengan kebaikan – kebaikan semu yang kita anggap dapat menyogok Sang Pencipta.

Ayat ini mengajarkan kita sebuah teologi cinta yaitu bahwa cinta tidak dapat disuap oleh kekayaan dan tidak dapat diintimidasi oleh kemiskinan. Cinta bukanlah bisnis yang dapat kadaluwarsa jika nilai kesepakatannya sirna; melainkan hubungan yang terikat pada nilai Ilahi. Sehingga benarlah ungkapan klasik yang sering digunakan dalam pernikahan “dalam suka maupun duka, sehat maupun sakit, kaya maupun miskin – kita tetap akan bersama”.  

Apa yang dikatakan Salomo mengarahkan kita kepada sebuah kebenaran Ilahi bahwa dasar dari cinta adalah cinta, bukan harta. Sehingga ketika dasar dari cinta adalah cinta, maka cinta tersebut akan melahirkan upaya untuk setia dan kenyamanan untuk hidup bersama.

Sebagai penutup, mari kita ubah jargon “ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang” menjadi “ada uang bersyukur bersama, tak ada uang berjuang bersama”.

Tuhan Yesus memberkati

YG130626

Pokok Doa SRHI GBIK
Senin, 13 Juli 2026

  1. Mengucap syukur untuk kegiatan gereja dari Ibadah Pagi 1, Sekolah Minggu, Ibadah Pagi 2 dan Ibadah sore dapat berjalan dengan baik;
  2. Doakan Gembala Sidang dan rombongan Panitia PI yang akan perjalanan kembali ke jakarta pada hari Selasa besok setelah pelayanan di Kalimatan Barat;
  3. Doakan aparat penegak hukum di negara Indonesia dapat menjalankan tugas dengan baik dan adil serta tidak melakukan praktik KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).

Pokok Doa untuk Cabang Sekadau, Kalimantan Barat

  1. Doakan jemaat yang sedang kuliah di luar kota (Sdri Enjel, sdri Danilla, sdr David, sdri Dela) dan yang bekerja di luar kota (sdri Milkha, sdr Oktavianus Gisa, sdr Abraham, keluarga Bpk Evan).
  2. Doakan pergumulan jemaat untuk memperbaiki kursi di gereja yang banyak sudah rusak.
  3. Berdoa untuk Pdt. Sebunbia beserta Keluarga supaya Tuhan memberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam melayani jemaat, mengunjungi jemaat yang sudah lama tidak ke gereja dan tetap semangat melakukan penginjilan.

One thought on “Teologi Cinta : Ada Uang Abang Disayang, Tak Ada Uang Abang Ditendang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *