Bacaan Alkitab, Senin, 27 Juli 2026
“Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan yang tertiup. Kembalilah kepada-Ku, sebab Aku telah menebus engkau! (Yesaya 44:22)”
Dibagian akhir Yesaya 44:22 terdapat satu kalimat yang sangat indah dan menyentuh hati yaitu sebuah kalimat ajakan untuk kembali kepada Pribadi yang mengasihi kita, umat kesayangan-Nya. “Kembalilah kepada-Ku, sebab Aku telah menebus engkau”. Sebuah ajakan indah agar kita tidak berlama-lama berada didalam pelukan dosa (Yes.44:22a).
Kata “Kembalilah” menunjukkan bahwa sejauh apa pun kita sudah melangkah pergi dalam kesalahan kita sendiri, jalan untuk pulang tidak pernah terkunci. Kata “kembalilah – תְּשׁוּבָה (teshuvah)” mengarah kepada sebuah makna yaitu bergerak untuk kembali ke posisi semula atau pulang ke identitas yang sejati. Kata ini diucapkan dengan penuh cinta kepada manusia yang dikasihi-Nya; tujuannya adalah agar kita tidak berlama-lama berada didalam belenggu dosa dan rasa bersalah atas setiap pelanggaran dan ketidaksetiaan.
Dosa dapat membuat kita menjadi “orang asing” bagi diri kita sendiri karena kita akan cenderung hidup dalam kepalsuan, kecemasan, dan keterikatan. Dosa dapat membuat kita hidup dalam kehidupan yang melelahkan; oleh karena itu Tuhan menyuruh kita “pulang”. Pulang kepada Tuhan berarti kembali menjadi diri kita yang seutuhnya, seperti saat pertama kali Ia menciptakan dan merancangkan hidup kita (Imagodei – Kej.1:27).
Ketika Tuhan meminta kita untuk “kembali”, maka kita perlu melihat sebuah bukti cinta yang murni. Sebuah cinta murni yang tidak didasarkan pada syarat “agar kita dapat kembali”, tetapi sebuah cinta murni yang menginginkan kita agar dapat kembali karena “kita dikasihi”. Tuhan sudah menyelesaikan bagian yang paling sulit yaitu penebusan dan sekarang Ia hanya meminta kita mengambil satu langkah sederhana : “berbalik arah”.
Jika saat ini kita sedang hidup dalam rasa bersalah, maka kembalilah. Jika saat ini kita merasa tidak lagi dikasihi, maka cobalah mengingat kembali bahwa Tuhan telah memberikan penebusan. Dan jika saat ini kita merasa sudah terlalu jauh dari Tuhan, maka ingatlah bahwa pemisah antara kita dengan Tuhan bukan lagi dosa, melainkan ketidaksadaran bahwa Tuhan selalu mengasihi dan tidak pernah meninggalkan kita, umat yang dikasihi-Nya (2 Tim.2:13).
“Kembalilah kepada Allah …”
Tuhan Yesus memberkati
YG270726
Pokok Doa SRHI GBIK
Senin, 27 Juli 2026
- Mengucap syukur untuk ibadah minggu yang telah berlangsung, berdoa agar jemaat dan petugas dapat menerapkan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
- Mengucap syukur untuk anggota Sekolah Minggu yang selalu rindu untuk selalu hadir setiap minggunya di gereja.
- Berdoa agar masyarakat Indonesia memiliki hati yang saling menghargai sehingga tercipta kerukunan dan persatuan ditengah-tengah perbedaan agama, suku, dan budaya di Indonesia.
Pokok Doa untuk Cabang Way Jepara, Lampung Timur
- Doakan jemaat yang sakit Diabetes : Ibu Kasiani, Ibu Linda Lie, P. Atong
- Bersyukur untuk kesetiaan jemaat dan simpatisan, doakan kiranya selalu diberikan kerinduan untuk selalu beribadah dan mengikuti kegiatan gereja
- Berdoa untuk Gembala Sidang, Pdt. Yulius Eko Imanuel dan Keluarga dalam menggembalakan Jemaat Cabang Way Jepara supaya diberikan kesehatan, hikmat dan berkat yang cukup.


Terima Kasih untuk Firman Tuhan yang disampaikan, menguatkan namun juga menegur saya secara pribadi. Tuhan Yesus Memberkati 🙏🙏