Bacaan Alkitab, Jumat, 14 Agustus 2026:
“TUHAN melepaskan segenap amarah-Nya, mencurahkan murka-Nya yang menyala-nyala, dan menyalakan api di Sion, yang memakan dasar-dasarnya. TUHAN sendiri mencerai beraikan mereka, tak mau lagi Ia memandang mereka”. (Ratapan 3:11;16).
Apakah Anda telah selesai membaca Alkitab Anda hari ini? Puji TUHAN Jadwal pembacaan Alkitab kita hari ini adalah Kitab Ratapan pasal 1 sampai pasal 5. Mungkin Anda berkata terlalu panjang. Benar. Ratapan pasal 1 sampai pasal 5 merupakan isi dari seluruh Kitab Ratapan.
Kitab Ratapan ditulis oleh Nabi Yeremia dan merupakan puisi yang berisikan ratapan atau tangisan Nabi Yeremia ketika Allah menghukum bangsa Israel karena dosa-dosa mereka meninggalkan Tuhan. Allah dengan penuh kesabaran mengingatkan bangsa Israel supaya mereka bertobat. Allah bersabar selama 300 hingga 400 tahun. Ada banyak nabi yang dipakai Allah untuk menegur dan mengingatkan bangsa Israel (Kerajaan Utara) dan bangsa Yehuda (Kerajaan Selatan) mereka adalah:
- Elia & Elisa : Menegur Raja Ahab dan Ratu Izebel serta bangsa Israel yang menyembah Baal.
- Amos: Menegur kebobrokan moral dan ketidak-adilan sosial di Kerajaan Utara (Israel).
- Hosea: Secara aktif berseru: “Bertobatlah hai Israel, kepada Tuhan Allahmu” , karena persundalan rohani mereka.
- Yesaya: Mengecam ketidaksetiaan rohani Yehuda dan mendesak pertobatan sebelum hukuman datang.
- Mikha : Menegur para pemimpin Israel dan Yehuda yang melakukan ketidak adilan.
- Yeremia: Berkhotbah selama puluhan tahun mendesak pertobatan atas penyembahan berhala sebelum Yerusalem akhirnya dihancurkan.
- Yehezkiel: Menegur umat Israel yang tegar tengkuk di masa-masa awal dan selama pembuangan di Babel.
Tetapi sangat disayangkan mereka tidak mau bertobat secara permanen. Mereka bertobat secara kambuhan yang artinya hanya sementara, lalu berbuat dosa kembali sehingga dengan sangat berat hati Allah menghukum mereka.
Dalam Kitab Ratapan inilah kita membaca ratapan nabi Yeremia ketika menyaksikan hukuman Tuhan kepada umat yang dikasihi Tuhan tetapi mereka tidak mau bertobat dari dosa mereka. Mari lihat Ratapan 1:1-4: “betapa terpencilnya kota itu, yang dahulu ramai! Laksana seorang jandalah ia, yang dahulu agung di antara bangsa-bangsa. Yang dahulu ratu di antara kota-kota, sekarang menjadi jajahan. Pada malam hari tersedu-sedu ia menangis, air matanya bercucuran di pipi; dari semua kekasihnya, tak ada seorangpun yang menghibur dia. Semua temannya mengkhianatinya, mereka menjadi seterunya Yehuda telah ditinggalkan penduduknya karena sengsara dan karena perbudakan yang berat; ia tinggal di tengah-tengah bangsa-bangsa, namun tidak mendapat ketenteraman; siapa saja yang menyerang dapat memasukinya pada saat ia terdesak.
Atau lihat Ratapan 2: 1-5: “Ah, betapa Tuhan menyelubungi puteri Sion dengan awan dalam murka-Nya! Keagungan Israel dilemparkan-Nya dari langit ke bumi. Tak diingat-Nya akan tumpuan kaki-Nya tatkala Ia murka. Tanpa belas kasihan Tuhan memusnahkan segala ladang Yakub. Ia menghancurkan dalam amarah-Nya benteng-benteng puteri Yehuda. Ia mencampakkan ke bumi dan mencemarkan kerajaan dan pemimpin-pemimpinnya. Dalam murka yang menyala-nyala Ia mematahkan segala tanduk Israel, menarik kembali tangan kanan-Nya pada waktu si seteru mendekat, membakar Yakub laksana api yang menyala-nyala, yang menjilat ke sekeliling. Ia membidikkan panah-Nya seperti seorang seteru dengan mengacungkan tangan kanan-Nya seperti seorang lawan; membunuh segala yang menyenangkan mata dalam kemah puteri Sion, memuntahkan geram-Nya seperti api. Tuhan menjadi seperti seorang seteru; Ia menghancurkan Israel, meremukkan segala purinya, mempuingkan benteng-bentengnya, memperbanyak susah dan kesah pada puteri Yehuda”. Anda dapat membaca keadaan mengerikan lainnya dalam seluruh kitab Ratapan ini.
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan. Kiranya melalui firman Tuhan ini kita akan dipimpin oleh Roh Kudus untuk menyadari betapa mengerikan hukumanTuhan atas dosa kita apabila kita tidak mau bertobat. Roma 6:23 menyatakan: “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita”.
(JET14082026)
Pokok Doa SRHI GBIK
Jumat, 14 Agustus 2026
- Berdoa untuk jemaat GBIK yang saat ini sedang menempuh pendidikan, baik di dalam Kota, luar Kota maupun di luar Negeri, Tuhan memimpin hidup mereka, memberi semangat juang, hikmat dan kecerdasan sehingg dapat menyelesaikan studinya dengan baik.
- Doakan GBIK dengan segala keberadaannya tetap menjadi Gereja yang diberkati Tuhan dan menjadi berkat bagi setiap orang agar nama Tuhan dipermuliakan
- Doakan Pemerintah Indonesia supaya dapat mengatasi musim kemarau panjang saat ini, berdoa supaya air bersih tetap tersedia untuk kebutuhan masyarakat Indonesia.
Pokok Doa untuk Cabang Sribhawono, Lampung Timur
- Berdoa supaya Tuhan melindungi jemaat dari segala penyakit, kecelakaan maupun marabahaya.
- Berdoa untuk kegiatan Sekolah Minggu agar ada pertambahan jiwa baru dan supaya dapat melaksanakan SM kelas Dewasa.
- Doakan Sdr. Yosua Gura dalam menggembalakan Jemaat Cabang Sribhawono supaya diberikan kesehatan, hikmat dan semangat. Tuhan memberkati dan menjaga keluarganya di Pemalang, Jawa Tengah sehingga Sdr. Yosua dapat melayani di Cabang Sribhawono dengan tenang.

Terimakasih atas Renungannya Pak Pdt. Julianus Tarapa.