Bacaan Alkitab, Sabtu, 12 September 2026 :
“Keangkuhan hatimu telah memperdayakan engkau, ya engkau yang tinggal di liang-liang batu, di tempat kediamanmu yang tinggi; yang berkata dalam hatimu: ‘Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke bumi?’ Sekalipun engkau terbang tinggi seperti burung rajawali, bahkan, sekalipun sarangmu ditempatkan di antara bintang-bintang, dari sanapun Aku akan menurunkan engkau, demikianlah firman TUHAN.” (Obaja 1:3-4)
Obaja adalah nabi untuk Yehuda yang bernubuat tentang hukuman Allah. Kesombongan adalah salah satu sifat dosa yang paling menipu dan berbahaya.
Kitab Obaja adalah kitab Perjanjian Lama paling pendek yang hanya berisi 1 pasal, 21 ayat yang menyingkapkan hal diatas dengan sangat tegas melalui nubuatan bangsa Edom tetangga Selatan Yehuda merupakan keturunan Esau, saudara Yakub jadi masih saudara Israel. Secara geografis, Edom tinggal di wilayah Pegunungan Seir yang penuh dengan tebing-tebing batu yang tinggi, terjal, dan memiliki celah-celah sempit yang sulit ditembus oleh musuh adalah bangsa yang merasa sangat aman. Kondisi alam ini membuat mereka merasa tak terkalahkan. Mereka membangun benteng di tempat yang tinggi dan mulai meremehkan bangsa lain, bahkan berkata dengan sombong, Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke bumi? Mereka telah menjadi musuh umat Allah, sering membantu pasukan asing untuk menyerang Israel.
Firman Tuhan melalui nabi Obaja mengingatkan kita, akan satu kebenaran mutlak : kesombongan menghancurkan kewaspadaan dan memperdaya diri sendiri. Bangsa Edom mengira keamanan mereka berasal dari kehebatan benteng batu mereka. Mereka lupa bahwa di atas tebing tertinggi sekalipun, ada Allah yang lebih tinggi yang memegang kendali atas seluruh bumi. Ketika manusia mulai merasa bisa hidup tanpa Tuhan, merasa posisinya sudah aman karena harta, jabatan, kepintaran, atau koneksi politik, di situlah ia sedang berjalan menuju kehancuran.
Tuhan dengan tegas menyatakan bahwa setinggi apa pun manusia mencoba terbang dan membentengi dirinya bahkan diibaratkan seperti burung rajawali yang membuat sarang di antara bintang bintang, tidak ada satu tempat pun di alam semesta ini yang luput dari otoritas Allah. Jika Tuhan yang menurunkan seseorang, tidak ada benteng duniawi yang mampu untuk menahannya. Kesombongan selalu menuntun manusia pada ilusi keamanan yang semu, memisahkan kita dari ketergantungan kepada Allah, dan menumpulkan empati kita terhadap sesama yang sedang lemah.
Sebagai penerapan praktis hidup kita adalah periksa hati kita sekarang apakah kita meletakkan dasar rasa aman pada karier, uang dan jabatan atau sepenuhnya pada perlindungan Tuhan? Blia dasar rasa aman kita pada dunia maka segera mohon pengampunan dan kembali kepada Tuhan yang berdaulat dalam hidup kita. Menjaga Kerendahan Hati. Sadarilah bahwa segala potensi, talenta, dan pencapaian yang kita miliki saat ini adalah anugerah pemberian Tuhan semata, bukan karena kehebatan diri kita sendiri. Jangan menunggu badai hidup datang karena ulah kita, bergantung dan datang mencari Tuhan yang menjadi dasar kehidupan kita. Kita harus ingat dan sadar bahwa kita membutuhkan tuntunan dan belas kasihan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan kita.
Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(MSN 12092026)
Pokok Doa SRHI GBIK
Sabtu, 12 September 2026
- Doakan para anggota GBIK dan simpatisan untuk dapat hadir di Sekolah Minggu hari Minggu besok.
- Berdoa bagi para pelayan di Ibadah Minggu diberikan kesehatan dan dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk melayani Tuhan.
- Berdoa bagi Kementerian Perindustrian beserta jajaran pemegang wewenang bidang industri di Indonesia supaya melayani masyarakat dengan takut akan Tuhan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Pokok Doa untuk TPW Pengharapan, Birinoa, Halmahera Utara
- Doakan untuk jemaat yang sakit : Ibu Alpira Sinadia dan Ibu Marice Moteng supaya Tuhan menjamah dan menyembuhkan.
- Doakan untuk satu keluarga yang baru bergabung karena suami istri sedang bekerja di Weda supaya mereka tetap setia.
- Berdoa untuk Pdt. Defretes Patty dan keluarga supaya Tuhan memberkati dengan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam menggembalakan Jemaat.
