Bacaan Alkitab, Sabtu, 15 Agustus 2026 :
“Hai anak manusia, Aku mengangkat engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel. Bilamana engkau mendengar sesuatu firman dari mulut-Ku, engkau harus memberi mereka peringatan atas nama-Ku.” (Yehezkiel 3:17)
Bacaan kitab hari ini dari Yehezkiel seorang nabi besar yang bernubuat di tengah masa pembuangan di Babel yang menyampaikan penglihatan rohani yang kuat tentang keagungan Allah dan pemulihan rohani umat Israel. Yehezkiel, yang namanya berarti “Allah menguatkan”, berasal dari keluarga imam. Bangsa Israel sedang berada dalam pembuangan ketika Tuhan memanggil Yehezkiel menjadi nabi. Keadaan mereka tampak tidak mempunyai harapan lagi. Yerusalem akan dihancurkan, Bait Allah tidak lagi menjadi tempat untuk mereka beribadah dan mereka merasakan Tuhan telah meninggalkan mereka. Namun, justru pada saat itulah Yehezkiel melihat kemuliaan Allah yang luar biasa (Yehezkiel 1:28). Penglihatan ini mengajarkan bahwa kemuliaan Allah tidak dibatasi oleh tempat, waktu dan keadaan. Allah tetap bertakhta, berkuasa, dan menyertai umat-Nya di mana pun mereka berada.
Sesudah melihat kemuliaan-Nya Tuhan, Yehezkiel dipanggil untuk menjadi seorang penjaga bagi Israel sabda-Nya : “Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel. Bilamana engkau mendengarkan sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka atas nama-Ku” (Yehezkiel 3:17). Tugasnya bukanlah menyenangkan hati manusia, melainkan setia menyampaikan firman Tuhan, sekalipun bangsa itu keras kepala dan menolak mendengarkan. Kesetiaan lebih penting daripada popularitas, dan ketaatan lebih berharga daripada hasil yang terlihat. Dalam pasal-pasal berikutnya sampai dengan pasal 6, Tuhan menunjukkan bahwa hukuman atas Israel terjadi karena mereka terus hidup dalam penyembahan berhala dan tidak mau bertobat. Namun, di tengah penghukuman itu, Tuhan tetap menyatakan kasih-Nya dengan menyisakan umat yang mau kembali kepada-Nya. Ini membuktikan bahwa tujuan disiplin Tuhan bukanlah untuk membinasakan, tetapi untuk memulihkan hubungan umat dengan-Nya.
Apakah kita pernah berpikir bahwa Tuhan hanya hadir pada saat kita sedang baik baik saja atau Tuhan hanya ada di tempat tempat yang kita anggap suci. Namun pengalaman bangsa Israel yang berada pada pembuangan di Babel, ditepi sungai Kebar, datanglah Firman Tuhan kepada Yehezkiel. Tempat ini jauh dari Bait suci di Yerusalem. Dalam situasi yang jatuh bangsa Israel ditempat itu Tuhan menampakkan diri kepada Yehezkiel dengan kemuliaan Tuhan secara luar biasa. Jadi tidak benar bahwa Tuhan hanya berada pada saat kondisi baik baik saja atau di tempat tempat tertentu saja. Renungan ini juga menjadi cermin bagi kita. Di zaman sekarang, “berhala” mungkin bukan lagi patung, tetapi apa pun yang mengambil tempat Tuhan dalam hati kita: harta, pekerjaan, pelayanan, jabatan, kesenangan, bahkan diri sendiri. Ironisnya, seseorang dapat aktif melayani Tuhan tetapi perlahan kehilangan kasih yang mula-mula kepada Tuhan. Kesibukan rohani tidak selalu berarti kedekatan rohani. Karena itu, sebelum Tuhan memakai kita menjadi “penjaga” bagi orang lain, Ia terlebih dahulu ingin hati kita dipenuhi oleh kemuliaan-Nya. Orang yang terpesona oleh kebesaran Tuhan akan lebih mudah hidup dalam ketaatan, kerendahan hati, dan kesetiaan. Pelayanan yang berkenan kepada Tuhan lahir dari hati yang mengasihi Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(MSN15082026)
Pokok Doa SRHI GBIK
Sabtu, 15 Agustus 2026
- Doakan Jemaat GBIK yang sedang mengalami kekeringan / kelelahan Rohani karena pergumulan dan tantangan hidup yang dialami, kiranya tetap mendapat kekuatan dan pertolongan dari Tuhan.
- Berdoa untuk pelayan dan pekerja GBIK, baik Gembala Sidang, Pendeta, Diakon, Ketua Organisasi, Ketua Kepanitiaan dan Karyawan supaya dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik serta ada kesatuan hati untuk melayani Tuhan dan Jemaat.
- Doakan Pemerintah Indonesia supaya dapat menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat dalam rangka peringatan HUT RI ke 81. Doakan supaya tetap ada kesatuan dan persatuan dalam wadah NKRI untuk Indonesia Raya.
Pokok Doa untuk Cabang Marga Mulya, Monterado – Kalimantan Barat
- Berdoa supaya Tuhan memberkati untuk setiap pekerjaan dan usaha Jemaat Cabang Marga Mulya;
- Doakan Penjangkauan dan Penginjilan dengan mengunjungi beberapa simpatisan gereja;
- Berdoa untuk Sdr. Imanuel Hutagalung yang melayani di Cabang Marga Mulya, kiranya Tuhan memberikan hikmat, kesehatan dan kemampuan dalam melayani Jemaat.

Aminn.. Terima kasih Untuk renungan SRHI hari ini… Menjadi Pelajaran yang tidak hanya mengingatkan namun bahkan menegur saya secara pribadi 🙏🙏🙏