Bacaan Alkitab, Jumat, 10 Juli 2026
“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.” (Pengkhotbah 3:11)
Puji Tuhan, hari ini pembacaan Alkitab kita sampai kepada Kitab Pengkhotbah. Kitab Pengkhotbah ditulis oleh seseorang yang menyebut dirinya Qohelet (Sang Guru atau Pengkhotbah). Tradisi Yahudi meyakini bahwa penulis kitab Pengkhotbah ini ialah Raja Salomo di masa tuanya, yang merenungkan kesia-siaan mengejar kenikmatan duniawi tanpa Allah. Tujuan Raja Salomo yang menulis kitab ini dengan pimpinan Roh Kudus adalah untuk menuntun setiap pembaca Kitab ini, termasuk kita saat ini, ialah menemukan makna hidup sejati. Untuk lebih memahami latar belakang kitab ini, berikut adalah rinciannya:
Judul Kitab: Dalam bahasa Ibrani disebut Qohelet (berasal dari kata qahal yang berarti berkumpul), yang diterjemahkan menjadi Guru.
Tema Utama Kitab ini: “Teologi Kesia-siaan” (bahasa Ibrani: hebel, berarti uap atau sia-sia). Penulis menyoroti bahwa segala sesuatu “di bawah matahari” bersifat sementara, tidak dapat memberi kepuasan abadi, dan akan berakhir pada kematian.
Tujuan Penulisan: Kitab ini menyajikan pandangan yang sangat realistis mengenai ketidakpastian dan penderitaan hidup. Pesan utamanya adalah mengarahkan umat manusia agar tidak menggantungkan kebahagiaan kepada hal-hal duniawi, melainkan takut akan Allah dan menaati perintah-Nya.
Pesan Filosofis & Refleksi: Mengajak manusia menerima bahwa hikmat manusia itu terbatas dan banyak misteri kehidupan yang tidak dapat dipahami sepenuhnya.
Tema dan Interpretasi Kitab Pengkhotbah: Tema kitab Pengkhotbah adalah pentingnya takut akan Tuhan di dunia yang jatuh dan membingungkan ini.
Penulis (Raja Salomo) menyoroti bahwa segala sesuatu “di bawah matahari” bersifat sementara, tidak dapat memberikan kepuasan abadi, dan akan berakhir pada kematian.
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, dengan beberapa keterangan di atas, marilah kita merenungkan beberapa ayat yang sangat indah dalam Kitab Pengkhotbah ini, yaitu yang terdapat dalam Pengkhotbah 3:11-14: “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih baik dari pada bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka. Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah. Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia.”
Tuhan Yesus berfirman: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:33)
Jadi Saudaraku, marilah tetap bersandar dan beriman kepada Tuhan kita Yesus Kristus. Dia adalah Tuhan yang kekal dan tidak berubah.
(JET10072026)
Pokok Doa SRHI GBIK
Jumat, 10 Juli 2026
- Berdoa bagi setiap Keluarga Jemaat GBIK agar menjadi tempat yang nyaman bagi setiap anggota keluarga dan tempat pengajaran praktek Firman Tuhan yang nyata, serta menjadi tempat anak-anak diajarkan kasih dan takut akan Tuhan.
- Berdoa bagi para relawan kemanusiaan yang sedang melayani di daerah-daerah terpencil, baik karena adanya musibah maupun karena kondisi keterbelakangan masyarakat, agar perlindungan Tuhan selalu menyertai mereka.
- Berdoa bagi kelestarian lingkungan hidup di Indonesia, agar kita sebagai umat Tuhan turut bertanggung jawab dalam menjaga dan merawat bumi sebagai ciptaan-Nya.
Pokok Doa untuk Cabang Sribhawono, Lampung Timur
- Berdoa untuk Jemaat yang merindukan pasangan hidup, Tuhan memberkati dengan pasangan yang seiman dan sepadan.
- Berdoa untuk kesetiaan Jemaat dalam mengikuti setiap peribadatan di Gereja dan doakan supaya Jemaat dapat mengajak keluarga yang belum percaya untuk bersama bergereja.
- Doakan Sdr. Yosua Gura supaya Tuhan memberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam menggembalakan Jemaat Sribhawono, serta memiliki semangat melakukan penginjilan.


Aminn… Terima Kasih Pdt. Julianus, saya pribadi sangat terberkati dengan renungan ini. Mengingatkan bahkan menegur saya untuk Berfokus kepada Tuhan. Segala sesuatu yang aa didunia ini sebaik apapun itu, seindah apapun itu, hanya bersifat sementara. 🙏🙏