Bacaan Alkitab Hari Ini: Rabu, 09 September 2026
Amos 5:21-22
Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu.
Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang.
Kita hidup dalam keadaan yang tidak mudah. Berbagai bencana terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, sementara kondisi ekonomi juga membuat banyak keluarga merasakan tekanan. Harga bahan makanan dan kebutuhan pokok yang semakin mahal membuat sebagian orang harus berjuang lebih keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam keadaan seperti ini, Amos 5:21–23 mengingatkan bahwa Tuhan tidak hanya melihat bagaimana kita beribadah, tetapi juga bagaimana kita menjalani kehidupan setelah ibadah. Tuhan menghendaki umat-Nya memiliki kehidupan yang benar dan mencerminkan kasih-Nya.
Pada zaman Amos, bangsa Israel tetap melakukan berbagai kegiatan keagamaan. Mereka mempersembahkan korban, mengadakan perayaan, dan menyanyikan puji-pujian. Namun Tuhan menolak ibadah mereka karena kehidupan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka lakukan di hadapan Tuhan. Mereka beribadah, tetapi masih melakukan ketidakadilan dan menindas sesama. Hal ini menjadi peringatan bagi kita bahwa ibadah tidak boleh hanya berhenti di dalam gedung gereja. Ibadah harus terlihat melalui kejujuran, kasih, kepedulian, dan tindakan nyata terhadap orang-orang yang membutuhkan.
Di tengah bencana, kesulitan ekonomi, dan mahalnya kebutuhan pokok, gereja dipanggil untuk menjadi berkat. Ketika ada keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari atau saudara kita yang menjadi korban bencana, jangan sampai kita hanya berkata, “Tuhan memberkati,” tetapi tidak tergerak untuk melakukan sesuatu. Sesuai kemampuan yang Tuhan berikan, kita dapat membantu, berbagi makanan, memberikan dukungan, mendoakan mereka, dan hadir bagi yang sedang mengalami kesulitan. Ibadah yang berkenan kepada Tuhan adalah ibadah yang menghasilkan kasih yang nyata kepada sesama.
Bapak/Ibu yang terkasih dalam Yesus Kristus, marilah kita mengevaluasi kehidupan kita. Jangan hanya bertanya, “Apakah saya sudah datang beribadah?” tetapi juga, “Apakah kehidupan saya sudah menyenangkan hati Tuhan?” Biarlah doa, pujian, dan pelayanan kita diwujudkan dalam kehidupan yang penuh kasih dan kepedulian. Di tengah berbagai persoalan bangsa, Tuhan memanggil gereja untuk menjadi pembawa pengharapan dan menjadi berkat bagi sesama. Sebab ibadah yang berkenan kepada Tuhan bukan hanya tentang apa yang kita lakukan di gereja, tetapi tentang bagaimana kita menghadirkan kasih Tuhan melalui kehidupan kita setiap hari.
Amin, Tuhan Yesus Memberkati
(RKM09092026)
Pokok Doa SRHI GBIK
Rabu, 09 September 2026
- Berdoa untuk Ibadah Doa Rabu malam ini supaya para pelayan dapat memberi yang terbaik untuk Tuhan Yesus dan Jemaat yang hadir diberkati dan bersukacita.
- Berdoa untuk anak-anak di GBIK semakin bertumbuh dalam Iman dan makin mengasihi Tuhan Yesus dan Firman Tuhan.
- Berdoa untuk Kementerian Perhubungan dan pihak yang berwenang dalam transportasi udara yang bekerja mengatur penerbangan di seluruh Indonesia supaya diberikan hikmat pasca adanya debu Vulkanik yang dapat membahayakan pesawat udara.
Pokok Doa untuk Cabang Eklesia, Pelita, Halmahera Utara
- Berdoa untuk mata pencaharian jemaat Cabang Eklesia, Tuhan memberkati baik pekerjaan maupun usaha yang dilakukan sehingga Jemaat dapat mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
- Berdoa untuk pembangunan Gedung Gereja yang belum selesai dan masih membutuhkan biaya yang cukup besar. Doakan supaya jemaat tetap semangat dan bersatu dalam perkerjaan pembangunan gereja.
- Berdoa untuk Pdt. Yunus Tuwongadil dan Keluarga supaya diberikan kesehatan, hikmat serta tetap setia dan semangat dalam menggembalakan Jemaat.
