Bacaan Alkitab, Jumat, 11 September 2026 :
“Sesungguhnya, waktu akan datang,” demikianlah firman Tuhan ALLAH, “Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN. Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan dari utara ke timur, mereka akan berlari ke sana kemari mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatkannya. (Amos 8:11-12)
Pernahkan Anda membayangkan pada suatu hari manusia merasa lapar dan haus akan firman Tuhan, lalu mereka mencarinya tetapi tidak menemukannya lagi ? Apakah itu kabar baik atau kabar buruk ? Dan kalau hal itu terjadi dalam hidup Anda pribadi, apakah itu merupakan suatu yang menggembirakan atau menyedihkan ? Hal itulah yang kita baca dalam pembacaan Alkitab hari ini yang terdapat dalam Amos 8:11-12 yang teks Alkitabnya telah disalin dalam renungan ini.
Nabi Amos mengingatkan kita bahwa ada jenis kelaparan lain yang perlu kita kuatirkan di dalam dunia kita saat ini. Kelaparan itu bukan kelaparan tentang makanan jasmani atau haus akan air minum. Amos menggambarkannya / menubuatkannya seperti ini: “Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan atau kehausan akan air, tetapi kelaparan akan firman Tuhan.” Ini bukan kekurangan firman Tuhan. Tetapi kelaparan akan firman Tuhan. Ini bukan karena Tuhan menahan wahyu-Nya –wahyu Allah, tetapi orang-orang berada dalam kadaan sedemikian rupa sehingga mereka tidak memperhatikan firman Tuhan.
Rasul Paulus menulis kepada orang Kristen di Tesalonika: “Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, melainkan—sebagaimana halnya yang sebenarnya—sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.” (1 Tesalonika 2:13). Cara yang benar mendengarkan firman Tuhan adalah ketika kita menerima firman Tuha yang kita dengar dari hamba Tuhan yang menyampaikannya, kita menerima bukan sebagai kata-kata manusia, tetapi sebagai firman Tuhan yang sesungguhnya, yang juga bekerja secara efektif di dalam kita yang mendengar firman itu dan percaya.
Lihatlah orang Kristen Tesalonika. Mereka mendengarkan firman itu, mereka menerimanya, sebagai firman Tuha dan mereka membiarkan firman itu bekerja secara efektif dalam hidup mereka. Itulah arti sebenarnya mengenai mendengar firman Tuhan. Hal seperti itulah yang akan menjadi kelaparan pada masa yang dinubuatkan oleh Nabi Amos.
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, kemudian Nabi Amos melanjutkan peringatannya, ia berkata,”Mereka akan mengembara mencari firman Tuhan, tetapi mereka tidak akan menemukannya” Ketika kita menolak firman Tuhan untuk waktu yang lama, kita mungkin mendapati diri kita berada di tempat di mana kita tidak dapat menemukannya, bahkan jika kita menginginkannya. Ini mengingatkan kita bahwa kemampuan untuk mendengar firman Tuhan dan memperoleh manfaat dari firman Tuhan adalah karunia dari Tuhan, dan itu adalah karunia yang tidak boleh kita abaikan.
Dalam Markus 4:24-25 Tuhan Yesus memperingatkan kita:“Lalu Ia berkata lagi: “Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi. Karena barangsiapa mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun yang ada padanya akan diambil dari padanya.” Dalam ayat ini Tuhan Yesus menyatakan kualitas dan kesungguhan seseorang dalam mendengarkan serta merespons firman Tuhan. “Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu”. Artinya, seberapa besar perhatian, keseriusan, dan keterbukaan yang kita berikan saat mendengarkan / membaca firman Tuhan, sebesar itu pula pemahaman dan manfaat rohani yang akan kita terima, bahkan akan ditambah lagi. Orang yang menghidupkan dan menghargai firman Tuhan akan terus bertumbuh dan diberi pengertian lebih. Sebaliknya, orang yang mengabaikannya akan kehilangan berkat rohani.
(JET11092026)
Pokok Doa SRHI GBIK
Jumat, 11 September 2026
- Berdoa untuk jemaat GBIK supaya rajin baca Alkitab dan berdoa setiap hari sehingga iman Jemaat semakin didewasakan.
- Berdoa untuk para pemuda di GBIK supaya dapat hidup sebagai terang dan garam dunia dan dapat menjaga diri dari pengaruh-pengaruh negatif.
- Berdoa untuk Kementerian dan Lembaga terkait bidang telekomunikasi di Indonesia supaya dapat mengelola informasi dan akses internet di media sosial untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pokok Doa untuk Cabang Kenyanyan, Kalimantan Timur
- Berdoa untuk kebakaran hutan yang menyebabkan asap yang dapat mengganggu kesehatan, Tuhan menolong supaya kebakaran dan asap di Kalimantan dapat segera teratasi. Doakan supaya Jemaat Cabang Kenyanyan diberikan kekuatan dan kesehatan.
- Doakan proses sertifikat tanah gereja supaya dilancarkan sehingga dapat segera selesai.
- Berdoa untuk Gembala Sidang (Pdm. Kurnia Ardi Yunianto) supaya diberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam menggembalakan dan mengembangkan Jemaat.
