Beranda » Inspirasi Iman » Santapan Rohani Hari Ini » Nasihat Untuk Pemimpin

Nasihat Untuk Pemimpin

Bacaan Alkitab, Kamis, 09 Juli 2026 :

Amsal 30-31

“Jangan berikan kekuatanmu kepada perempuan, dan jalanmu kepada perempuan-perempuan yang membinasakan raja-raja. Tidaklah pantas bagi raja, hai Lemuel, tidaklah pantas bagi raja meminum anggur, ataupun bagi para pembesar mengingini minuman keras (Amsal 31:3-4)

Perikop ini merupakan kumpulan nasihat yang ditujukan kepada seorang raja. Sebagai orang yang dipercaya memimpin satu bangsa, dia harus bisa membuktikan diri mampu memimpin dirinya sendiri. Kita bisa bandingkan nasihat dari ibu Lemuel dengan nasihat Paulus mengenai syarat-syarat menjadi pemimpin gereja. Salah satu yang penting, sebelum dapat mengatur rumah tangga gereja, ia harus membuktikan diri lebih dahulu, cakap mengatur rumah tangganya sendiri (lihat 1Tim. 3:4-5; Tit. 1:6).

Pertama, hati-hati terhadap kelemahan pada umumnya pria, yaitu dosa seksual. Banyak pemimpin jatuh karena tidak mampu mengendalikan hawa nafsu seksualnya. Hal ini tidak boleh dipandang ringan. Apalagi masa sekarang, karena dosa seksual bisa menyerang tidak hanya secara eksplisit lewat perselingkuhan atau pelacuran, tetapi juga lewat realitas maya yang disajikan internet. Hidup yang diperbudak oleh nafsu seksual adalah sama dengan menyerahkan kendali pada keinginan daging bukan pada pimpinan Roh (Gal. 5:16-25).

Kedua, hati-hati terhadap minuman keras. Ini pada hakikatnya juga bicara mengenai pengendalian diri. Kalau pada yang pertama perbudakan seks bisa menjadi pengendali hidupnya, maka di sini tekanan diberikan kepada lepas kendali. Seorang yang dipercaya memimpin, entah suatu komunitas atau bahkan satu negara, diharapkan memiliki kesadaran diri yang tinggi karena tanggung jawab yang besar. Hal ini terlihat dari kontras yang diberikan, yaitu biarlah minuman keras untuk mereka yang memang hidupnya akan binasa, sudah tidak ada harapan. Melupakan diri mungkin satu-satunya penghiburan mereka.

Ketiga, dengan penguasaan dan pengendalian diri yang benar, seorang pemimpin akan mampu memberikan perhatian pada tugas-tugasnya secara maksimal, yakni membela dan melindungi rakyat dari penindasan orang-orang jahat. Apakah kita sebagai orang percaya bisa jadi pemimpin yang baik? Dalam lingkungan keluarga, gereja dan lingkungan masyarakat? Siap memiliki tanggung jawab yang diberikan dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri, tetap harus menjaga diri agar tidak jatuh dalam hawa nafsu keinginan daging.

(KS09072026)

Pokok Doa SRHI GBIK
Kamis, 9 Juli 2026

  1. Berdoa agar setiap jemaat diberikan hikmat dalam menggunakan media sosial, agar menjadi alat untuk menebar kebaikan serta kedamaian dan bukan kebencian ataupun perpecahan.
  2. Berdoa untuk persiapan acara Ulang Tahun GBIK dan Ulang Tahun Kemerdekaan RI, kiranya Panitia dapat mempersiapkan acara dengan baik dan Tuhan memberkati sehingga dana yang diperlukan dapat tercukupi.
  3. Berdoa bagi para Pemimpin Daerah agar memiliki hati yang tulus dalam melayani masyarakat dan memajukan daerahnya masing-masing.

Pokok Doa untuk Cabang Way Jepara, Lampung Timur

  1. Berdoa supaya Tuhan memberkati dan melindungi jemaat yang sedang merantau di luar kota : Vanessa, Putri Aprianti, Mahendra, Yonita.
  2. Doakan untuk rencana renovasi teras Gereja, kiranya Tuhan memberkati Jemaat dan Donatur sehingga kebutuhan dananya dapat tercukupi.
  3. Doakan Pelayanan dan Kesehatan Pdt. Yulius Eko Imanuel dan Keluarga, kiranya Tuhan memberikan hikmat dan kemampuan untuk menggembalakan jemaat di Cabang Way Jepara, Lampung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *