Bacaan Alkitab, Rabu, 08 Juli 2026
“Orang yang tidak dapat mengendalikan dirinya adalah seperti kota yang roboh temboknya.” (Amsal 25:28)
Dalam tema bulanan tentang hidup berhikmat, firman Tuhan kembali mengingatkan bahwa salah satu ciri utama orang yang berhikmat bukan hanya memiliki banyak pengetahuan, melainkan mampu mengendalikan dirinya. Amsal 25:28 menggambarkan seseorang yang tidak memiliki penguasaan diri seperti sebuah kota yang temboknya telah roboh. Pada zaman Salomo, tembok kota merupakan benteng pertahanan utama dari serangan musuh. Ketika tembok itu runtuh, kota menjadi terbuka, mudah diserang, dijarah, dan dihancurkan. Demikian pula kehidupan seseorang yang tidak mampu mengendalikan emosi, perkataan, hawa nafsu, atau keinginannya akan mudah dikuasai oleh dosa, godaan, dan berbagai keputusan yang merugikan dirinya maupun orang lain.
Penguasaan diri merupakan buah dari hikmat yang berasal dari Tuhan. Orang yang berhikmat tidak bertindak berdasarkan amarah sesaat, tidak terburu-buru mengambil keputusan, dan tidak membiarkan perasaannya menguasai hidupnya. Sebaliknya, ia belajar membawa setiap pikiran dan emosinya kepada Tuhan. Di tengah dunia yang serba cepat dan penuh tekanan, kita sering kali tergoda untuk membalas perkataan yang menyakitkan, mengikuti keinginan daging, atau mengambil keputusan tanpa pertimbangan yang matang. Namun firman Tuhan mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukanlah kemampuan mengalahkan orang lain, melainkan kemampuan mengalahkan diri sendiri.
Penguasaan diri bukan berarti kita tidak pernah marah, kecewa, atau tergoda. Penguasaan diri adalah kemampuan, dengan pertolongan Roh Kudus, untuk memilih respons yang benar sesuai kehendak Allah. Ketika kita memberi ruang bagi Tuhan untuk memimpin hidup kita, Dia membentuk karakter yang semakin serupa dengan Kristus. Orang yang memiliki penguasaan diri akan lebih mudah mengampuni, lebih berhati-hati dalam berbicara, sabar menghadapi persoalan, dan tetap setia meskipun berada dalam pencobaan. Hidup seperti ini menjadi kesaksian yang nyata bagi dunia bahwa Kristus benar-benar bekerja di dalam diri kita.
Bapak/Ibu yang terkasih dalam Yesus Kristus, marilah kita terus melatih diri untuk hidup dalam hikmat Tuhan. Jangan biarkan amarah, kesombongan, keinginan daging, atau ego menguasai hati kita. Bangunlah “tembok” kehidupan kita melalui doa, pembacaan firman Tuhan, dan ketaatan kepada pimpinan Roh Kudus. Ketika hidup kita dipenuhi hikmat Allah, kita akan memiliki penguasaan diri yang menjaga hati, pikiran, dan tindakan kita. Dengan demikian, kita dapat menjalani kehidupan yang kokoh, menjadi berkat bagi sesama, dan memuliakan nama Tuhan dalam setiap aspek kehidupan.
Amin, Tuhan Yesus memberkati
(RKM08072026)
Pokok Doa SRHI GBIK
Rabu, 8 Juli 2026
- Berdoa untuk jemaat yang memiliki anggota keluarga yang berkebutuhan khusus atau kelemahan fisik supaya Tuhan memberikan kesabaran, kekuatan, kesehatan dan kasih yang tulus dalam merawat dan mendampingi mereka.
- Berdoa agar gereja menjadi komunitas yang inklusif, merangkul mereka yang kesepian, sakit, atau mereka yang sedang dalam pergumulan hidup.
- Berdoa bagi penegakan hukum di Indonesia agar berjalan dengan adil dan transparan, tanpa pandang bulu dalam menuntaskan kasus-kasus korupsi.
Pokok Doa untuk Cabang Sindu, Bengkayang – Kalimantan Barat
- Berdoa untuk setiap pergumulan jemaat, kiranya Tuhan memberikan kesabaran, kekuatan dan jalan keluar dari setiap permasalahan yang dihadapi;
- Doakan kerinduan dan target Gereja untuk kehadiran Jemaat sebanyak 50 orang dalam setiap Ibadah;
- Berdoa untuk Pdt. Bima Iryanto beserta Keluarga dalam menggembalakan Jemaat Cabang Sindu Bengkayang, Tuhan memberikan kesehatan, hikmat dan berkat yang cukup.


Puji Tuhan.. Terima kasih untuk SRHI hari ini, menegur saya secara pribadi untuk memiliki penguasaan diri yang lebih baik. Berusaha untuk terus makin dekat dengan Tuhan kita tiap-tiap hari, karena hanya oleh karena pimpinan Roh Kudus kita dapat memiliki penguasaan diri sesuai dengan Kehendak Tuhan ๐๐๐