Bacaan Alkitab, Kamis, 16 Juli 2026 :
“Sebab ia telah berkata: “Dengan kekuatan tanganku aku telah melakukannya dan dengan kebijaksanaanku, sebab aku berakal budi; aku telah meniadakan batas-batas antara bangsa, dan telah merampok persediaan-persediaan mereka, dengan perkasa aku telah menurunkan orang-orang yang duduk di atas takhta, (Yesaya 10:13)”
Manakah yang lebih penting: Alat atau Pemakainya? Sebuah alat sebagus dan sehebat apa pun tidak akan berguna jika tidak ada yang mau memakainya. Namun, apa yang terjadi jika sebuah alat yang dipakai, kemudian menyombongkan diri kepada Sang Pemakainya? Asyur adalah alat Tuhan yang lupa diri dan jatuh dalam dosa kesombongan luar biasa.
Tuhan dapat memakai siapa pun untuk melaksanakan maksud dan rencana-Nya, termasuk memakai orang-orang yang tidak percaya. Asyur dipakai Tuhan untuk mendidik umat?Nya, yakni untuk menghukum kesombongan umat-Nya (baca ayat 5, 6, 15). Namun, Asyur bertindak melampaui maksud Tuhan, karena dengan angkuh Asyur bermaksud memusnahkan umat Tuhan (ayat 7-11, dan ayat 13-14). Asyur yang sebenarnya hanyalah alat, meninggikan diri di atas Allah yang memakainya. Tindakan Asyur telah melebihi batas kekuasaan yang Allah berikan. Gambaran kesombongan Asyur adalah kapak atau gergaji yang hendak memegahkan diri terhadap pemakainya. Asyur dipakai sebagai tongkat dan gada, tetapi mereka berpikir untuk menyamakan dirinya dengan Allah, bahkan lebih tinggi daripada-Nya (ayat 15). Karena kesombongannya, Allah mempermalukan Asyur dengan menimpakan kepada mereka bencana yang dahsyat (ayat 16-19).
Hukuman Tuhan atas Asyur bersifat menyeluruh. Tanah, para penghuninya, ladang pertanian dan perkebunan mereka hanya akan tinggal kenangan saja. Sisa Asyur pun digambarkan akan dapat dihitung oleh seorang anak kecil. Ini menunjukkan kehinaan Asyur yang pada masa emasnya begitu sombong. Di sisi lain menunjukkan betapa besar kuasa Allah. Itulah kesudahan dari kesombongan manusia yang mencoba menentang kuasa Tuhan.
Dari kesombongan Asyur kita belajar, Siapa pun kita dan jabatan apa pun yang Tuhan percayakan kepada kita, kita harus ingat bahwa kita hanya alat yang Tuhan pakai untuk melakukan maksud dan rencana-Nya, bukan maksud dan rencana kita sendiri. Kita harus sungguh-sungguh menyadari hal tersebut sehingga tidak menjadi sombong.
(KS16072026)
Pokok Doa SRHI GBIK
Kamis, 16 Juli 2026
- Doakan Jemaat GBIK tetap setia dalam beribadah dan bersekutu serta dapat ikut ambil bagian dalam melayani Tuhan sesuai dengan talenta yang Tuhan beri sehingga dapat bertumbuh dan berbuah bagi Tuhan;
- Doakan untuk persiapan dan pelaksanaan rapat perancang yang akan di laksanakan hari Jumat, 17 Juli 2026;
- Doakan Pemerintah Indonesia dalam menangani isu pemutusan tenaga kerja atau PHK yang merebak, kiranya Pemerintah dapat memberi solusi yang terbaik dan kebijaksanaan yang dapat membawa ketenangan seluruh tenaga kerja di Indonesia.
Pokok Doa untuk BPW Pemuridan, Sidikalang, Dairi – Sumatera Utara
- Berdoa untuk Jemaat yang mengalami pergumulan hidup, baik permasalahan pribadi maupun keluarga, kiranya Tuhan memberikan kekuatan iman dan jalan keluar sehingga mereka beroleh kelegaan dan sukacita dari Tuhan.
- Berdoa untuk bertambahnya jumlah jiwa serta murid Sekolah Minggu. Doakan juga supaya Jemaat memiliki kerinduan untuk melayani di GBIK BPW Pemuridan Sidikalang;
- Doakan pelayanan Bpk. Samuel Paradongan Purba beserta keluarga supaya diberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam melayani Jemaat serta tercukupi segala kebutuhan sehari-hari.

