Bacaan Alkitab, Sabtu, 4 Juli 2026 :
Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu. (Amsal 16:3)
Kehidupan setiap manusia pasti ingin mencapai yang terbaik dan diakhiri dengan kesuksesan. Dengan pencapaian itu ada yang bangga karena merasa kekuatannya sendiri dan ada juga yang menganggap mereka sudah berhikmat. Sebagai orang percaya tentu kita tidak lupa bersyukur, karena kita semua percaya apa yang sudah kita miliki adalah milik Tuhan. Teori kemakmuran mungkin mengajarkan kesuksesan datang hanya untuk orang orang yang diberkati. Apakah benar demikian? Pada bacaan kitab Amsal mengajarkan bahwa hikmat bukan sekadar pengetahuan melainkan Tuhan ingin semua manusia hidup berkenan kepada-Nya siapapun kita. Hikmat terlihat dalam setiap perkataan, keputusan, hubungan dengan sesama dan sikap hati dihadapan Allah.
Memang benar bila kehidupan kita dibangun dengan hikmat dari Tuhan akan membawa berkat bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Sebaliknya jika dengan kekuatan sendiri tidak sesuai kehendak Tuhan dapat timbul kebodohan dan emosi yang tidak terkendali dan tidak dapat merusak apa yang telah dibangun.
Salah satu ciri orang berhikmat adalah menjaga perkataannya. Dalam Amsal 15:1 menyatakan, “Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.” Dalam kehidupan sehari-hari, banyak konflik terjadi bukan karena masalah yang besar, tetapi karena kata-kata yang tidak terkendali. Tuhan menghendaki agar setiap orang percaya menjadi pembawa damai melalui perkataan yang penuh kasih dan kebenaran. Apapun keadaan kita bisa lemah lembut dalam menghadapinya, sehingga orang lain akan merasakan kasih atau kedamaian.
Dalam Amsal juga mengingatkan bahwa Tuhan berdaulat atas hidup manusia. “Percayakanlah segala pekerjaanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu” (Amsal 16:3). Kita boleh membuat rencana, bekerja keras, dan berusaha dengan sungguh-sungguh, tetapi keberhasilan sejati datang ketika kita menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Karena itu, setiap keputusan penting perlu dibawa dalam doa dan dicari sesuai kehendak-Nya.
Pasal ini juga memperingatkan tentang bahaya kesombongan. “Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan” (Amsal 16:18). Dunia sering mengajarkan untuk mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi firman Tuhan mengajarkan kerendahan hati. Orang yang rendah hati menyadari bahwa segala sesuatu yang dimilikinya berasal dari Tuhan.
Kita diajar untuk memelihara hubungan yang penuh kasih. “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran” (Amsal 17:17). Kasih yang sejati tidak hanya hadir saat keadaan baik, tetapi juga ketika ada pergumulan dan penderitaan. Tuhan memanggil kita untuk menjadi sahabat yang setia dan saling menguatkan dalam iman.
“Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” Sukacita sejati bukan berasal dari keadaan yang sempurna, melainkan dari keyakinan bahwa Tuhan memegang hidup kita. Orang yang berharap kepada Tuhan akan memiliki kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan hidup nasihat dari kitab, Amsal 17:22.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.
(MSN04072026)
Pokok Doa SRHI GBIK
Sabtu, 4 Juli 2026
- Berdoa untuk persiapan ibadah hari Minggu besok. Doakan setiap pelayanan dapat mempersiapkan diri dengan baik dan Jemaat yang hadir dapat menikmati hadirat dan berkat Tuhan.
- Doakan acara penutupan SIL hari ini di GBIK, kiranya seluruh peserta, pengajar dan panitia SIL dapat menikmati berkat selama SIL berlangsung dan diberikan kesehatan.
- Berdoa bagi seluruh anggota TNI dan Polri agar diberikan kekuatan dan integritas dalam menjaga keamanan dan ketertiban nasional.
Pokok Doa untuk Cabang Imanuel, Rantauprapat, Sumatera Utara
- Berdoa untuk setiap pergumulan Jemaat, kiranya Tuhan memberikan kekuatan dan jalan keluar bagi setiap permasalahan yang dihadapi Jemaat.
- Berdoa supaya kegiatan Gereja selain ibadah rutin dapat diaktifkan lagi : KPW, KMBI, PBI, WBI.
- Berdoa untuk Pdt. Rejeki Pardamean Tambunan beserta Keluarga supaya Tuhan memberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam melayani Jemaat, serta diberikan berkat yang cukup.

