Bacaan Alkitab, Sabtu, 29 Agustus 2026 :
Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya. (Daniel 6:11)
Manusia yang sudah mapan memiliki keberhasilan dan kekuasaan dalam jabatan. Kadang kita bisa lupa terbawa dalam pelayanan gereja dan apa yang terjadi membuat kita sombong, menjadikan pelayanan bukan lagi melayani tetapi dilayani. Kita harus hati hati karena semuanya itu kita perlu ingat keberhasilan kita dibawah Allah yang berdaulat.
Sekarang mari kita melihat bacaan alkitab hari ini dari kitab Daniel 4–6 yang memperlihatkan Nebukadnezar menjadi besar, tetapi kesombongannya membuat ia direndahkan. Belsyazar memiliki kekuasaan, tetapi karena tidak merendahkan diri di hadapan Tuhan, kerajaannya berakhir. Sebaliknya, Daniel tetap setia kepada Allah sekalipun kesetiaannya membawa dia ke dalam situasi yang menakutkan bisa di masukan ke gua singa bila tidak ikut titah raja.
Daniel memberikan teladan yang sangat kuat. Ketika penguasa mengeluarkan larangan untuk berdoa kepada siapa pun selain raja, Daniel tidak mengubah kebiasaannya. Ia tetap berdoa tiga kali sehari seperti yang biasa dilakukannya. Daniel mencari Tuhan dalam menghadapi situasi apapun, ada atau tidak ada masalah. Doa dan hubungan dengan Tuhan sudah menjadi gaya hidupnya.
Yang menarik, Daniel sebenarnya mempunyai alasan untuk takut. Ia tahu bahwa hukuman bagi pelanggaran tersebut adalah dilemparkan ke gua singa. Namun Daniel memilih untuk lebih takut kehilangan persekutuan dengan Tuhan daripada kehilangan keselamatan dirinya.
Dari Daniel kita belajar bahwa kesetiaan kepada Tuhan tidak ditentukan oleh keadaan. Ketika keadaan baik, kita tetap setia. Ketika dalam tekanan, kita tetap setia. Ketika pelayanan berjalan lancar, kita tetap mencari Tuhan. Bahkan ketika doa kita belum mendapatkan jawaban seperti yang kita harapkan, kita tetap percaya kepada-Nya.
Daniel juga mengingatkan kita tentang bahaya kesombongan. Nebukadnezar berkata bahwa semua keberhasilannya adalah hasil kekuatannya sendiri. Tuhan kemudian merendahkannya sampai ia menyadari bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia. Karena itu, jangan sampai keberhasilan dalam pekerjaan, keluarga, pelayanan maupun gereja membuat kita lupa bahwa semuanya adalah karena kasih karunia Tuhan.
Pada kitab Daniel memberikan peringatan yang lain. Belsyazar mengetahui apa yang telah dialami Nebukadnezar, tetapi ia tidak merendahkan dirinya di hadapan Allah. Ini mengajarkan bahwa mengetahui firman Tuhan saja tidak cukup. Firman harus menghasilkan perubahan hidup.
Dalam kehidupan kita sekarang, mungkin kita tidak menghadapi gua singa secara harfiah. Tetapi kita dapat menghadapi “gua singa” berupa tekanan, masalah keluarga, pekerjaan, pelayanan, keuangan, penolakan atau berbagai keadaan yang membuat kita takut. Pertanyaannya bukan hanya, “Apakah Tuhan sanggup menolong saya?”, tetapi juga “Apakah saya tetap setia kepada Tuhan ketika pertolongan itu belum saya lihat?”
Tuhan akhirnya menyelamatkan Daniel dari gua singa. Namun teladan Daniel mengingatkan kita bahwa iman sejati bukan hanya percaya bahwa Tuhan dapat menyelamatkan, tetapi juga tetap percaya dan setia apa pun yang terjadi.
Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(MS29082026)
Pokok Doa SRHI GBIK
Sabtu, 29 Agustus 2026
- Berdoa untuk jemaat yang sudah pensiun dan usia lanjut supaya diberikan kesehatan dan berkat yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan selalu dalam sukacita Tuhan.
- Berdoa untuk para guru Sekolah Minggu supaya diberikan hikmat dalam mengajar dan dapat mempersiapkan diri dengan baik.
- Berdoa untuk BUMN yang menyediakan kebutuhan rakyat banyak (Pertamina, Bulog, PLN, dll) supaya tidak menyalahgunakan anggaran yang ada untuk kepentingan pribadi atau golongan.
Pokok Doa untuk Cabang Sindu, Bengkayang – Kalimantan Barat
- Berdoa untuk jemaat yang sedang merantau supaya Tuhan memberkati dan mereka tetap setia kepada Tuhan : sdr Ruben, sdri Tira, Sdri Peni, Sdri Ria, Sdr Herkules, Sdri Lilis, Ibu Rosida, Sdri Vilia, Sdr Alan, Sdr Jams, Bp Krismon, Ibu Aling, Bp Rahul, Ibu Erma, Sdr Rangga, sdri Ratna, sdr Dave, Bp Asoi.
- Berdoa untuk persatuan dan kerukunan Jemaat, kiranya semakin sehati sepikir dan saling mengasihi satu dengan lainnya.
- Berdoa untuk Pdt. Bima Iryanto beserta Keluarga kiranya Tuhan memberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam menggembalakan Jemaat Cabang Sindu Bengkayang, Kalimatan Barat.
