Bacaan Alkitab Hari ini: Rabu, 19 Agustus 2026
Yehezkiel 18:4
“Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati.“
Dalam Yehezkiel 18:1-4, Tuhan menegur bangsa Israel yang memiliki anggapan bahwa penderitaan yang mereka alami merupakan akibat kesalahan generasi sebelumnya. Mereka berkata, “Ayah-ayah makan buah mentah dan gigi anak-anak menjadi ngilu.” Ungkapan ini menunjukkan bahwa mereka cenderung menyalahkan masa lalu dan orang lain atas keadaan yang sedang mereka alami. Namun, Tuhan mengingatkan bahwa setiap jiwa adalah milik-Nya. Baik ayah maupun anak, masing-masing memiliki kehidupan yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.
Firman Tuhan ini mengajarkan bahwa kita tidak boleh terus menjadikan masa lalu sebagai alasan bagi kehidupan kita sekarang. Memang, kita tidak dapat memilih keluarga tempat kita dilahirkan dan terkadang kita mengalami dampak dari keputusan orang lain. Namun, kita tetap memiliki tanggung jawab untuk menentukan bagaimana kita menjalani kehidupan. Masa lalu memang tidak dapat diubah, tetapi dengan pertolongan Tuhan kita dapat memilih untuk hidup benar mulai dari sekarang. Karena itu, jangan terus menyalahkan keluarga, keadaan, atau orang lain atas kehidupan kita, tetapi belajarlah mengambil tanggung jawab atas setiap keputusan yang kita buat.
Tanggung jawab atas kehidupan sendiri berarti berani mengevaluasi hati dan tindakan kita. Sering kali kita lebih mudah melihat kesalahan orang lain daripada mengakui kesalahan sendiri. Ketika mengalami kegagalan, kita menyalahkan keadaan; ketika menghadapi masalah, kita mencari kambing hitam; bahkan ketika jatuh dalam dosa, kita mencari alasan untuk membenarkan diri. Yehezkiel 18 mengajak kita untuk berhenti menyalahkan dan mulai bertanggung jawab. Kita perlu bertanya kepada diri sendiri: apakah keputusan yang kita ambil sudah sesuai dengan kehendak Tuhan? Apakah perkataan dan tindakan kita mencerminkan kehidupan yang berkenan kepada-Nya?
Bapak/Ibu yang terkasih dalam Yesus Kristus, marilah kita menyadari bahwa kehidupan yang Tuhan berikan merupakan sebuah kepercayaan yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab. Kita mungkin tidak dapat mengubah masa lalu, tetapi kita dapat menentukan langkah kita hari ini. Jangan biarkan kesalahan masa lalu, keadaan keluarga, atau kegagalan menjadi alasan untuk terus hidup dalam dosa. Dengan pertolongan Tuhan, kita dapat memilih untuk berubah, hidup dalam ketaatan, dan menjadi pribadi yang semakin berkenan kepada-Nya. Hidup kita adalah milik Tuhan; karena itu, marilah kita bertanggung jawab atas kehidupan kita dan menggunakannya untuk memuliakan Tuhan.
Amin, Tuhan Yesus Memberkati
(RKM19082026)
Pokok Doa SRHI GBIK
Rabu, 19 Agustus 2026
- Doakan Jemaat yang sudah lama tidak mengikuti Kebaktian dan persekutuan-pesekutuan yang diselenggarakan GBIK agar memiliki kerinduan untuk aktif kembali dan setia dalam persekutuan agar iman-nya bertumbuh dan bersukacita bersama-sama saudara seiman untuk memuliakan nama Tuhan.
- Berdoa untuk GBIK supaya tetap dapat mencukupi biaya operasional Induk, Cabang, Pos PI dan Saudara Angkatnya melalui perpuluhan dan persembahan. Tuhan mengalirkan berkat-berkat-Nya yang melimpah sesuai kehendak Tuhan.
- Doakan Pemerintah Indonesia dan Lembaga terkait supaya dapat segera memberi bantuan dan memulihkan kondisi Masyarakat di NTT pasca gempa bumi. Berdoa untuk relawan yang dikirim dapat bekerja dengan baik dalam membantu mengatasi persoalan yang ada di tengah-tengah masyarakat NTT.
Pokok Doa untuk Cabang Gerbang Mutiara, Landak, Kalimantan Barat
- Doakan jemaat yang masih sekolah supaya diberikan kesehatan dan hikmat sehingga dapat fokus belajar.
- Doakan para remaja/ pemuda terhindar dan dijauhkan dari narkoba karena peredaran narkoba yang cukup besar jalur Malaysia – Kalimantan – Sumatra via Batam
- Doakan pelayanan Pdt. Timbul Purwono beserta keluarga supaya Tuhan memberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam menggembalakan Jemaat Cabang Gerbang Mutiara.
