Bacaan Alkitab, Senin, 6 Juli 2026
“Siapa menaruh belas kasihan kepada orang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.” (Amsal 19:17)
Kata “memiutangi Tuhan” merupakan bagian yang sangat menarik untuk kita pelajari bersama karena kata tersebut dapat memunculkan sebuah pertanyaan unik yaitu “Apakah benar Tuhan berhutang kepada kita?” Namun agar kita bisa memahami maksud hikmat tersebut, maka kita perlu melihatnya dari konteks yang sesuai pada masa itu.
Pada masa itu tidak ada jaminan sosial dari pemerintah seperti BPJS maupun 19 juta lapangan pekerjaan, tidak ada panti asuhan untuk menampung mereka yang tidak berdaya dan juga tidak ada asuransi untuk melindungi aset maupun diri sendiri. Sehingga orang yang jatuh miskin, menjadi janda atau yatim piatu berada dalam posisi yang sangat rentan; mereka sering kali dieksploitasi untuk dijadikan budak karena utang dan dianggap sebagai “sampah masyarakat” yang tidak punya nilai tawar. Kondisi tersebut memberikan kesimpulan bahwa “Orang lemah – Amsal 19:17” tidak memiliki apapun untuk menolong hidupnya.
Dengan dasar tersebut, penyair hadir sebagai pribadi berhikmat dengan pemikiran radikal yang bertentangan dengan budaya utilitarian (hanya menghargai orang yang menguntungkan). Penyair ingin mengajak orang percaya untuk mengasihi orang yang lemah, yang bahkan tidak dapat membalas kasih yang kita berikan. Frasa yang dipakai oleh penyair dalam ayat ini yaitu “chanan – menaruh belas kasihan”. Kata ini sering diartikan sebagai belas kasihan atau kemurahan hati. Namun, chanan bukan hanya sekadar rasa kasihan yang pasif atau sekadar memberi koin kepada pengemis di jalan. Chanan berarti membungkuk dengan penuh kasih karunia untuk menunjukkan kebaikan kepada bawahan atau “orang lemah”. Ini adalah tindakan aktif yang lahir dari posisi yang lebih kuat untuk mengangkat mereka yang lemah, tanpa mengharapkan imbalan. Chanan merupakan tindakan menunduk untuk mengasihi dan merangkul sehingga dapat mengajak berdiri orang lemah yang tidak dapat berdiri diatas kakinya sendiri.
Dibagian selanjutnya terdapat hal yang sangat menarik yaitu “memiutangi Tuhan”. Lantas apa maknanya? Apakah benar bahwa “Tuhan berhutang kepada kita?”. Kata “memiutangi Tuhan” adalah cara Tuhan memberikan jaminan mutlak bahwa kebaikan kita tidak akan sia-sia. “Orang miskin/lemah yang kita tolong mungkin tidak akan pernah bisa membalas kita, tetapi Tuhan menjamin bahwa Dialah yang akan menjadi penjamin mereka. Dia sukarela mengambil “kewajiban” untuk membalas kemurahan hati kita.”
Makna lain dari kata itu ialah Tuhan secara sukarela “merendahkan diri-Nya” ke dalam posisi legal sebagai pihak yang berutang. Hal ini didasarkan karena orang miskin/lemah tidak memiliki jaminan untuk meminjam atau sekadar membalas kebaikan. Dengan dasar tersebut maka, Tuhan maju ke depan, berdiri di samping orang miskin itu dan berkata: “Jadikan Aku jaminannya, catat hutang itu atas nama-Ku.”
Ketika kita menolong orang lemah, maka kita sedang merefleksikan karakter Allah yang paling tinggi yaitu “menolong dengan ketulusan tanpa mengharapkan imbalan”. Bahkan didalam Matius 25:40, Tuhan Yesus memberi gambaran yang memakai “orang lemah” sebagai gambaran untuk merepresentasikan diri-Nya agar orang percaya dapat memiliki kasih yang dapat dinyatakan kepada mereka yang lemah.
“Ketika kita mengasihi orang lemah, kita tidak sedang melakukan transaksi dagang dengan Tuhan (“Saya memberi sekian, maka Tuhan harus balas sekian”). Sebaliknya, kita sedang menyadari bahwa semua yang ada pada kita adalah milik-Nya, dan ketika kita menyalurkannya kepada orang lemah, Tuhan mengarsipkannya sebagai investasi kekal dan membalasanya dengan “shalem” – damai sejahtera serta pemulihan dari Tuhan.
“Tuhan hadir sebagai jaminan orang lemah sehingga Tuhan akan bertanggung jawab atas kebaikan yang kita berikan kepada orang lemah.”
Tuhan Yesus memberkati
YG060626
Pokok Doa SRHI GBIK
Senin, 6 Juli 2026
- Berdoa untuk Ibu Emma Naibaho yang akan melahirkan dalam waktu dekat, Tuhan memberikan kekuatan fisik dan mental serta kelancaran dan kemudahan dalam proses persalinan nanti.
- Berdoa untuk Panitia Upacara Gereja dan Panitia Musik supaya diberikan hikmat Tuhan dan kekompakan dalam mengkoordinir dan mengatur rencana jalannya Ibadah.
- Berdoa untuk sistem pendidikan di Indonesia supaya dapat merata sampai ke pelosok daerah. Doakan juga supaya Pemerintah juga memperhatikan para Guru honorer yang sudah lama mengabdi di sekolah-sekolah yang sulit terjangkau.
Pokok Doa untuk Cabang Sebetung, Kalimantan Barat
- Berdoa untuk mata pencaharian jemaat, Tuhan memberkati baik pekerjaan maupun usaha yang dilakukan sehingga Jemaat dapat mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
- Mengucap syukur atas kegiatan Gereja yang sudah berjalan dengan baik. Doakan supaya Tuhan menambahkan jiwa-jiwa baru yang diselamatkan.
- Berdoa untuk Pdm. Darto Eran supaya Tuhan memberikan hikmat, kesehatan dan berkat yang cukup dalam melayani Tuhan dan Jemaat.

