Bacaan Alkitab, Rabu, 02 September 2026
Dia akan mengejar para kekasihnya, tetapi tidak akan mencapai mereka; dia akan mencari mereka, tetapi tidak bertemu dengan mereka. Maka dia akan berkata: Aku akan pulang kembali kepada suamiku yang pertama, sebab waktu itu aku lebih berbahagia dari pada sekarang. (Hosea 2:6)
Sering kali manusia menganggap teguran sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan. Ketika kita melakukan kesalahan dan ditegur, kita mungkin merasa tersinggung, malu, atau bahkan menolak orang yang menegur kita. Namun, tidak semua teguran lahir dari kebencian. Ada teguran yang justru merupakan wujud kasih, karena melalui teguran seseorang disadarkan agar tidak semakin jauh menuju kehancuran. Demikian juga dengan Allah. Dalam Hosea 2:6–13, Allah menegur bangsa Israel karena mereka telah meninggalkan-Nya dan mengejar ilah-ilah lain. Teguran Allah bukan semata-mata untuk menghukum, tetapi untuk menghentikan langkah Israel yang semakin jauh dan membawa mereka kembali kepada-Nya.
Israel telah melupakan bahwa segala sesuatu yang mereka miliki berasal dari Allah. Mereka mengira hasil gandum, anggur, minyak, perak, dan emas mereka berasal dari Baal. Padahal, Tuhanlah yang telah memberikan semuanya kepada mereka. Karena itu, Allah berkata bahwa Ia akan menutup jalan mereka dengan duri dan mendirikan tembok sehingga mereka tidak menemukan jalan mereka. Teguran Allah juga bertujuan membuka mata manusia terhadap sumber berkat yang sebenarnya. Israel menikmati pemberian Tuhan, tetapi justru menggunakan berkat itu untuk menyembah yang lain. Ini menjadi peringatan bagi kita agar jangan sampai kita lebih mencintai berkat daripada Sang Pemberi berkat. Pekerjaan, keluarga, pelayanan, kesehatan, harta, kemampuan, dan keberhasilan semuanya dapat menjadi berkat, tetapi semuanya juga dapat menjauhkan kita dari Allah apabila hati kita mulai bergantung kepadanya.
Lebih jauh lagi, Hosea 2 menunjukkan bahwa Allah menghendaki umat-Nya menyadari kembali siapa yang telah mengasihi dan memelihara mereka. Israel baru menyadari bahwa mereka telah salah ketika apa yang selama ini mereka kejar tidak lagi memberikan kepuasan. Demikian pula dalam kehidupan kita, terkadang Allah membiarkan kita merasakan akibat dari pilihan yang salah supaya kita sadar dan kembali kepada-Nya. Teguran Tuhan adalah panggilan untuk berhenti, mengevaluasi kehidupan, meninggalkan dosa, dan memperbarui hubungan dengan-Nya. Jangan mengeraskan hati ketika Tuhan menegur, sebab hati yang mau ditegur adalah hati yang masih mau dibentuk oleh Allah.
Bapak/Ibu yang terkasih dalam Yesus Kristus, marilah kita melihat teguran Tuhan bukan sebagai tanda bahwa Ia membenci kita, tetapi sebagai bukti bahwa Ia masih mengasihi dan menginginkan kita kembali kepada-Nya. Ketika Tuhan menutup jalan yang salah, jangan terburu-buru kecewa. Ketika Tuhan menyatakan kesalahan kita, jangan segera membela diri. Datanglah kepada-Nya dengan hati yang rendah dan bertobat. Allah menegur bukan untuk menghancurkan, tetapi untuk menyelamatkan; bukan untuk menjauhkan, tetapi untuk membawa umat-Nya kembali kepada-Nya. Kiranya setiap teguran Tuhan membuat kita semakin peka terhadap suara-Nya, meninggalkan jalan yang salah, dan hidup kembali dalam kesetiaan kepada-Nya.
Amin, Tuhan Yesus Memberkati.
(RKM02092026)
Pokok Doa SRHI GBIK
Rabu, 2 September 2026
- Berdoa untuk Ibadah Doa Syukur dalam rangka HUT GBIK ke 63 hari ini supaya para pelayan Tuhan dapat mempersiapkan diri dengan baik dan banyak Jemaat yang hadir.
- Berdoa untuk Persekutuan Naomi GBIK supaya Tuhan memberkati Ibu-Ibu Naomi dengan kesehatan dan hati yang sukacita selalu.
- Berdoa untuk program pembangunan infrastruktur yang mengambil jalur jalan protokol supaya dapat segera diselesaikan untuk mengurangi kemacetan.
Pokok Doa untuk Cabang Marga Mulya, Monterado – Kalimantan Barat
- Berdoa supaya Tuhan memberkati untuk setiap pekerjaan dan usaha Jemaat Cabang Marga Mulya. Kiranya Tuhan juga memberkati lahan pertanian dan perkebunan Jemaat supaya menghasilkan panen yang melimpah.
- Doakan anak-anak yang sudah lama tidak datang ke Sekolah Minggu supaya memiliki kerinduan untuk datang belajar Firman Tuhan kembali ke gereja.
- Berdoa untuk Sdr. Imanuel Hutagalung yang melayani di Cabang Marga Mulya, kiranya Tuhan memberikan hikmat, kesehatan dan kemampuan dalam melayani Jemaat.
