Beranda » Inspirasi Iman » Santapan Rohani Hari Ini » Sudah Jadi Saksi

Sudah Jadi Saksi

Bacaan Alkitab, Kamis, 27 Agustus 2026 :

Yehezkiel 44-48

“Dan kamu harus membagi-baginya menjadi milik pusaka di antara kamu dan di antara orang-orang asing yang tinggal di antara kamu, yang melahirkan anak di tengah-tengahmu dan mereka harus kamu anggap sama seperti orang Israel asli; bersama-sama kamu mereka harus mendapat bagian milik pusaka di tengah-tengah suku-suku Israel. Jadi kalau di tengah-tengah sesuatu suku ada tinggal orang asing, di situlah kamu berikan milik pusakanya, demikianlah firman Tuhan ALLAH. (Yehezkiel 47:22-23)

Sejak masa Yosua, Hakim-hakim, hingga masa pembuangan, batas-batas wilayah Kerajaan Israel tidak pernah tetap. Peperangan demi peperangan menyebabkan batas-batas itu selalu berubah. Terkadang wilayah Israel bertambah luas, terkadang ada wilayah yang diambil oleh negara lain.

Dalam perikop ini, TUHAN kembali menjanjikan bahwa Israel akan kembali menempati tanah yang TUHAN janjikan. Batas-batas wilayah yang dipaparkan di ayat 15-20 serupa dengan batas-batas yang TUHAN janjikan dalam Bil. 34. Daerah Israel di seberang sungai Yordan yang sebelum pembuangan ditempati Ruben, Gad, dan separuh Manasye tidak dicantumkan di sini karena memang TUHAN tidak menjanjikan bagian itu jadi milik mereka sejak semula.

Semua ini TUHAN lakukan sebagai bukti bahwa Ia adalah Allah yang setia dan penuh belas kasihan. Ia akan menggenapi apa yang telah Dia janjikan. Ia juga mengangkat Israel kembali dari kenistaannya (buka dalam Yeh. 39:21-29). Maka Israel tidak punya hak untuk bermegah atas pemulihan mereka. Semua ini terjadi bukan karena kekuatan Israel, tetapi diberikan oleh TUHAN agar nama-Nya dimuliakan di hadapan bangsa-bangsa melalui Israel. Israel akan memenuhi rencana yang sejak semula TUHAN miliki atas mereka (Kej. 12:3).

Bersamaan dengan janji itu, TUHAN mengikutsertakan orang-orang nonIsrael yang telah menetap di Israel. Pada masa Yehezkiel, pemahaman kehidupan beragama terkait erat dengan pemilihan tempat tinggal. Ketika satu keluarga memindahkan kehidupan mereka ke tengah Israel, itu adalah tanda bahwa mereka ingin menjadi bagian umat TUHAN (lihat Rut 1:1; 2Raj. 5:17a). Memang siapa saja boleh datang kepada TUHAN dan Dia ingin umat-Nya membuka diri kepada setiap orang, apa pun latar belakangnya.

Dalam masyarakat multikultural kini, sudahkah kita telah jadi saksi atas kesetiaan dan belas kasihan TUHAN? Sudahkah kita membuka diri untuk setiap orang sehingga mereka dapat datang kepada TUHAN melalui kesaksian hidup kita?

(KS27082026)

Pokok Doa SRHI GBIK
Kamis, 27 Agustus 2026

  1. Doakan Kaum Muda dan Remaja GBIK agar dapat menjaga pergaulan dengan baik. Tuhan menjaga dari pengaruh negatif lingkungan maupun internet.
  2. Doakan Panitia Bangunan, Panitia Peralatan dan Panitia Publikasi & Dokumentasi supaya dapat terus memelihara sarana dan prasarana yang sudah ada dengan baik untuk menunjang semua kegiatan Gereja dapat berjalan lancar sehingga nama Tuhan dimuliakan di GBIK.
  3. Berdoa untuk kondisi peperangan yang ada di Timur Tengah agar segera ada penyelesaian dengan baik. Doakan supaya Bangsa dan Negara kita tetap aman dan kondusif dalam mengelola hasil bumi dalam negeri secara mandiri sehingga kebutuhan masyarakat Indonesia tetap terpenuhi dengan baik.

Pokok Doa untuk Cabang Imanuel, Rantauprapat, Sumatera Utara

  1. Berdoa untuk Jemaat yang mengalami kesulitan keuangan, Tuhan memberkati pekerjaan dan usaha yang dilakukan.
  2. Berdoa untuk proses pengurusan Sertifikat Tanah Gereja agar selesai secepatnya.
  3. Berdoa untuk Gembala Sidang (Pdt. Rejeki Pardamean) beserta keluarga, kiranya Tuhan memberikan hikmat, kesehatan dan kemampuan dalam menggembalakan Jemaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *