Beranda » Inspirasi Iman » Santapan Rohani Hari Ini » Allah Melawan Kesombongan

Allah Melawan Kesombongan

Bacaan Alkitab, Sabtu, 22  Agustus  2026 :

Yehezkiel 29-32


Berbicaralah dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku menjadi lawanmu, hai Firaun, raja Mesir, buaya besar yang berbaring di tengah-tengah sungainya dan yang berkata: Sungai Nil adalah kepunyaanku, akulah yang membuatnya.”
 (Yehezkiel 29:3)

Kesombongan bisa terjadi dan selalu dimulai dengan membanding-bandingkan keberhasilan dan keberadaan seseorang, dari kekayaan, kepandaian, jabatan dan lainnya. Hal ini  terjadi juga terhadap sesama dan bahkan  ketika manusia mengambil kemuliaan yang seharusnya menjadi milik Tuhan. Apa yang kita miliki dalam kehidupan, kekayaan, jabatan, kesehatan, keluarga, pekerjaan, pelayanan dan  kemampuan, bahkan kesempatan untuk melayani semuanya adalah anugerah Allah. Ketika seseorang mulai berkata dalam hati, Aku berhasil karena usahaku sendiri, atau pelayanan ini bisa berhasil karena kemampuanku, saat itulah ia sedang berjalan di jalan yang menuju pada kesombongan diri. Hal ini sama dengan Mesir yang dipimpin oleh seorang raja bernama Firaun.

Firaun sebagai raja Mesir dengan sombongnya digambarkan sebagai seekor buaya besar yang berbaring dengan penuh rasa aman di Sungai Nil. Sungai Nil adalah sumber kehidupan bangsa Mesir yang dia pimpin. Karena bergantung pada sungai itu, Firaun menjadi sombong hingga berkata, Sungai Nil adalah kepunyaanku, akulah yang membuatnya. Perkataan ini menunjukkan hati yang telah melupakan Allah. Ia menganggap kekuasaan, kekayaan, dan keberhasilannya berasal dari kemampuan dirinya sendiri. 

Firman Tuhan dengan tegas berkata, Aku menjadi lawanmu. Betapa mengerikannya jika Allah sendiri menjadi lawan seseorang. Tidak ada kekuatan, jabatan, atau kekayaan yang dapat bertahan ketika Tuhan menentangnya. Sebaliknya, Allah memberikan kasih karunia kepada orang yang rendah hati.  Pada Yakobus 4:6 berkata : Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan:

“Allah menentang orang yang congkak,

tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” Kerendahan hati membuat kita selalu mengakui bahwa setiap keberhasilan berasal dari Tuhan dan dipakai hanya untuk memuliakan nama-Nya. Renungan ini juga sangat relevan bagi setiap pelayan Tuhan. Kita dapat begitu sibuk melayani, membangun pelayanan, atau mencapai berbagai target, tetapi tanpa sadar mulai mencari pujian bagi diri sendiri atau hanya sebagai kewajiban yang harus dilaksanakan karena merupakan tugas dengan motivasi popularitas semata.

Pelayanan bukanlah milik kita saja, demikian juga gereja bukan milik kita, semua adalah milik Kristus. Kita hanyalah hamba yang dipercaya untuk mengelola apa yang menjadi kepunyaan-Nya. Karena itu, marilah kita menjaga diri agar tetap rendah hati. Setiap kali Tuhan memberkati pekerjaan, keluarga, usaha, atau pelayanan kita, biarlah respons kita selalu menaikkan syukur dalam doa atas setiap hasil kerja dan untuk kemuliaan nama Tuhan seperti pemazmur: “Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan” (Mazmur 115:1). Orang yang rendah hati akan terus dipakai Tuhan, sedangkan orang yang meninggikan diri akan direndahkan-Nya.

Tuhan Yesus memberkati, Amin.

(MSN22082026)

Pokok Doa SRHI GBIK
Sabtu, 22 Agustus 2026

  1. Doakan Jemaat yang sedang merindukan pekerjaan yang lebih baik, dan juga jemaat yang berusaha wiraswasta, Tuhan memberkati sehingga dapat mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari dengan penuh sukacita.
  2. Doakan GBIK tetap menjadi Gereja yang Injili dan menjadi berkat bagi jemaat dan orang lain, sehingga nama Tuhan dimuliakan.
  3. Doakan para Relawan yang menolong korban gempa bumi di NTT supaya tetap sehat dan semangat dalam menyalurkan bantuan, dapat tepat sasaran kepada korban yang mengalami bencana dan dijauhkan dari oknum yang tidak bertanggungjawab

Pokok Doa untuk Cabang Eklesia, Pelita, Halmahera Utara

  1. Berdoa untuk Jemaat yang sakit maupun dalam proses pemulihan kesehatan : Bpk. Apson Tindatu, ibu Marta Tamasegho dan Ibu Adrince Tuwongadil.
  2. Doakan program pelayanan Gereja sepanjang Tahun 2026 supaya dapat terlaksana dengan baik dan Tuhan cukupkan dengan berkat yang berlimpah.
  3. Doakan Gembala Sidang, Pdt. Yunus Tuwongadil beserta keluarga supaya tetap semangat dan setia melayani Tuhan di Cabang Eklesia Pelita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *