Bacaan Alkitab hari ini, Sabtu, 26 September 2026 :
“Beginilah firman TUHAN semesta alam: Laksanakanlah hukum yang benar dan tunjukkanlah kesetiaan dan kasih sayang kepada masing-masing!” (Zakharia 7:9)
Apakah kita melakukan sesuatu yang rohani karena sudah terbiasa dan merupakan rutinitas atau sekedar tradisi sejak kecil. Ada juga dengan alasan yang lagi malu bila tidak ke gereja, nanti apa kata orang atau teman. Dengan kita melakukan ibadah secara rutin yang bertujuan untuk melunakkan hati Tuhan maka hal tersebut sangat mengecilkan kuasa Tuhan. Tuhan yang berdaulat atas hidup kita mengetahui akan motivasi yang tidak benar dalam mencari Tuhan.
Mari kita melihat kitab Zakaria yang ada kita baca pada hari ini. Nabi dan imam Zakaria ditanya oleh utusan bangsa Israel tentang apakah mereka harus tetap menangis dan berpuasa pada bulan kelima, sebuah ritual yang sudah mereka lakukan selama 70 tahun di pembuangan untuk mengenang runtuhnya Bait Suci. Jawaban Tuhan melalui Zakaria justru bertanya balik : “Katakanlah kepada seluruh rakyat negeri dan kepada para imam, demikian: Ketika kamu berpuasa dan meratap dalam bulan yang kelima dan yang ketujuh selama tujuh puluh tahun ini, adakah kamu sungguh-sungguh berpuasa untuk Aku?” (Zakharia 7:5)
Tuhan menyingkapkan bahwa puasa dan ibadah mereka selama ini sering kali hanya berpusat pada diri sendiri, kebiasaan resmi yang berlaku. Bukan karena kesetiaan dan kasih yang tulus kepada Tuhan. Tuhan tidak menolak puasa atau ibadah, tetapi Dia menolak tidak sesuai dengan kebenaran.
Tuhan menegaskan bahwa buah dari ibadah yang benar bukanlah ritual yang megah, melainkan karakter yang adil dan penuh kasih. Tuhan meminta mereka untuk tidak menindas janda, anak yatim, orang asing, dan orang miskin, serta tidak merancang kejahatan dalam hati terhadap sesama. Ibadah kita kepada Tuhan tidak mepunyai arti jika hubungan kita dengan sesama rusak.
Mengapa nenek moyang Israel sampai dibuang? Karena mereka mengeraskan hati seperti batu amril dan menolak mendengar Firman. Kegagalan rohani dimulai ketika kita berhenti mendengarkan teguran Tuhan dan memilih jalan kita sendiri.
Tuhan adalah pencemburu dan juga menunjukkan kasih setia-Nya yang besar. Dia berjanji akan memulihkan kembali Yerusalem. Menariknya, Tuhan berjanji bahwa hari-hari puasa yang tadinya penuh kesedihan akan diubah menjadi “kegirangan, sukacita, dan perayaan perayaan yang gembira” Makanya umat harus mencintai damai dan kebenaran.
Mari masing masing evaluasi pelayanan, doa dan kehadiran kita di gereja, apakah dilakukan dengan sungguh mengasihi Tuhan. Iman harus berdampak secara nyata, mau menolong yang lemah dan terabaikan. Ditengah dunia yang penuh kompromi mari kita hidup dengan jujur, nyatakan kebenaran dan usahakan damai di sekitar kita baik dirumah, tempat kerja dan dalam komunitas kita.
Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(MS26092026)
Pokok Doa SRHI GBIK
Sabtu, 26 September2026
- Berdoa untuk Jemaat yang sedang sakit dan lemah tubuh, baik yang dirawat di RS maupun di rumah supaya Tuhan menjamah dan memberi kesembuhan.
- Berdoa untuk para Pendeta yang sudah pensiun maupun Janda Pendeta supaya Tuhan memelihara dengan kesehatan dan berkat yang cukup.
- Doakan MPR dan DPR RI dalam menjalankan tugasnya mengawasi jalannya Pemerintahan supaya selalu mengutamakan kepentingan rakyat.
Pokok Doa untuk Cabang Eklesia, Pelita, Halmahera Utara
- Berdoa untuk setiap pergumulan pribadi Jemaat Cabang Eklesia Pelita supaya Tuhan berikan kekuatan dan jalan keluar tepat pada waktunya;
- Berdoa untuk pertumbuhan iman Jemaat dan Para Pelayan Tuhan dalam Gereja supaya dapat terus bertumbuh dalam kedewasaan rohani;
- Berdoa bagi Gembala Sidang Pdt. Yunus Tuwongadil dan Keluarga supaya diberikan kesehatan, hikmat dan berkat yang cukup dalam menggembalakan jemaat.
