Beranda » Inspirasi Iman » Santapan Rohani Hari Ini » Penghakiman dari Allah yang Penuh Kasih Sayang

Penghakiman dari Allah yang Penuh Kasih Sayang

Bacaan Alkitab hari ini, Jumat, 18 September 2026  :

Nahum 1-3

(2)  “TUHAN itu Allah yang cemburu dan pembalas, TUHAN itu pembalas dan penuh kehangatan amarah. TUHAN itu pembalas kepada para lawan-Nya dan pendendam kepada para musuh-Nya. (3) TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya.(6) Siapakah yang tahan berdiri menghadapi geram-Nya? Dan siapakah yang tahan tegak terhadap murkanya yang  bernyala -nyala ? Kehangatan amarahNya tercurah seperti api, dan gunung-gunung batu menjadi roboh di hadapan-Nya.  (7) TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya (8) dan menyeberangkan mereka pada waktu banjir.  Ia menghabisi sama sekali  orang-orang yang bangkit melawan Dia, dan musuh-Nya dihalau-Nya ke dalam gelap.(Nahum 1:2-3; 6-8)

Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan.  Hari ini kita berbicara tentang penghakiman Tuhan yang penuh kasih sayang dan Maha Pengasih. (Karena ruangan kurang mencukupi baik sekali kalau Anda membaca Kitab Nahum pasal 1 ayat 1-8, yang ada dalam jadwal pembacaan Alkitab kita hari ini).

Buku Nabi Nahum ditulis untuk memperingati jatuhnya kota Niniwe, ibukota bangsa Asyur, musuh bebuyutan Israel. Peristiwa itu terjadi menjelang akhir abad ketujuh Sebelum Masehi dan dianggap sebagai hukuman Allah atas bangsa yang kejam dan angkuh itu.

Beberapa waktu yang lalu, kita telah membaca Kitab Nabi Yunus.  Dalam kitab tersebut kita telah menemukan kejahatan dan dosa kota Niniwe.  Kota Niniwe adalah ibu kota kerajaan Asyur.  Dalam kitab Yunus kita menemukan kejahatan kota Niniwe antara lain disebutkan bahwa ada kelaliman, ada perbuatan dan tingkah laku penduduknya yang penuh dengan kejahatan. Ada kekerasan seperti perampokan / penindasan. Dalam Kitab Yunus 3:8  disebutkan Raja Niniwe secara khusus menyerukan agar:  “Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah, serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya”.  Kerajaan Asyur penuh dengan penindasan sosial, penjarahan, serta kejamnya kekuasaan dan kejahatan moral mereka digambarkan begitu pekat sehingga memicu ketetapan Allah untuk menghukum kota tersebut sebelum akhirnya mereka bertobat.

Nabi Nahum kurang dikenal.  Kita tidak tahu persis kapan ia menyampaikan nubuat ini, atau dari mana tepatnya ia berasal, tetapi nubuatannya cukup jelas.  Nahum berbicara menentang negara adi daya pada masa itu yaitu Kekaisaran Asyur yang perkasa, khususnya ibu kota Niniwe. Nahum melihat dosa mereka yang mengakar dalam. Nahum mengingatkan mereka tentang Penghakiman Allah yang akan datang dan dengan demikian memberi mereka kesempatan untuk bertobat.

Nahum menulis: Siapa yang dapat berdiri di hadapan murka-Nya?  Nabi Nahum mengingatkan mereka bahwa mereka tidak dapat melawan Tuhan dan berharap akan menang.  Setiap orang yang menentang Tuhan  akan berakhir dalam kemurkaan-Nya dan tidak seorang pun dapat menahan dahsyatnya kemarah-Nya.  Murka Allah dicurahkan seperti api.

Nahum mengingatkan Asyur (dan kita juga) jikalau Tuhan ditentang cukup lama dan ditolak cukup keras, ahirnya penghakiman-Nya berlaku.  Nabi Nahum berkata bahwa Allah lambat marah. (“TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya. (Nahum 1:3).

Dengan mengingat peringatan itu seharusnya membuat kita cepat bertobat dan waspada untuk tidak menyalah- gunakan setiap kesempatan untuk bertobat.  Rasul Paulus menulis kepada orang Kristen di Korintus: “Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat kasih  karunia Allah  yang telah kamu terima   menjadi sia-sia .  Sebab Allah berfirman: “Pada waktu Aku berkenan,  Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau”.  Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu. (2 Korintus 6:1-2).

(JET11092026)

Pokok Doa SRHI GBIK
Jumat, 18 September 2026

  1. Berdoa untuk para pelayan mimbar di Ibadah Minggu, 20 September 2026 supaya mereka dapat mempersiapkan diri dengan baik.
  2. Berdoa untuk para Pria di GBIK diberi hati yang takut akan Tuhan dan senantiasa mengandalkan Tuhan Yesus.
  3. Berdoa bagi Menteri Keuangan yang baru supaya diberikan hikmat dalam menjalankan tugasnya.

Pokok Doa untuk Cabang Sribhawono, Lampung Timur

  1. Berdoa untuk Ibu Rawuh yang merupakan seorang janda dan memiliki anak berkebutuhan khusus, kiranya Tuhan berikan kekuatan, kesehatan dan berkat yang cukup. Doakan kerinduannya untuk merenovasi rumah yang saat ini sudah tidak layak huni.
  2. Berdoa untuk kegiatan Sekolah Minggu agar ada pertambahan jiwa baru dan supaya dapat melaksanakan SM kelas Dewasa.
  3. Doakan pelayanan Sdr. Yosua Gura supaya diberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam menggembalakan Jemaat Sribhawono Lampung.

One thought on “Penghakiman dari Allah yang Penuh Kasih Sayang”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *