Beranda » Inspirasi Iman » Santapan Rohani Hari Ini » 5 Roti 2 Ikan : Dikelola Tuhan

5 Roti 2 Ikan : Dikelola Tuhan

Bacaan Alkitab, Senin, 5 Oktober 2026

Matius 12-15

14:17 Jawab mereka: “Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.” 14:18 Yesus berkata: “Bawalah ke mari kepada-Ku.” (Matius 14:17-18).

Sering kali kita merasa apa yang ada di tangan kita terlalu sedikit sehingga akhirnya kita jatuh dalam rasa pesimis dan ingin menyerah. Perasaan tersebut muncul karena kita mencoba realistis dalam melihat keadaan, masalah, masa depan maupun kehidupan; namun cara pandang kita cenderung tidak dibuahi dengan iman sehingga kita terjerat pada “keterbatasan manusia” tanpa dapat melihat “kemahabesaran Tuhan.”  

Mari kita lihat bagaimana “sesuatu yang sedikit” dapat memberkati ribuan orang, dapat menyelesaikan masalah dan dapat menjadi alat terjadinya mujizat Tuhan. Dalam Matius 14:13-21 terdapat sebuah kisah yang sangat indah ketika para murid harus diperhadapkan dengan permasalahan ketika mereka tidak memiliki apa-apa untuk memberi makan orang-orang yang mengikuti Tuhan Yesus. Para murid bahkan mengusulkan agar orang-orang itu pergi membeli makan ke desa-desa karena hari sudah mulai malam. Namun uniknya Tuhan Yesus dengan sengaja menjawab mereka dengan kalimat sederhana yaitu “kamu harus memberi mereka makan – Mat.14:16”. Kalimat tersebut terdengar sangat tidak masuk akal karena para murid tidak memiliki apa-apa untuk memberi mereka makan; dan ironisnya para murid lupa jika mereka sedang bersama Tuhan. “para murid tenggelam dalam “ilusi logika pemecah masalah” sampai mereka lupa bahwa mereka sedang bersama dengan Allah.”

Dan seringkali kita berada dalam respon yang sama seperti para murid yang cenderung “pie iki, pie iki?” untuk meresponi hal-hal yang terjadi. Kita cenderung terjebak dalam logika pemecah masalah sehingga kita mudah menyerah jika kita hanya memiliki kemampuan yang sedikit yang dapat membuat logika kita berkata “mustahil bisa diatasi, mustahil bisa diselesaikan.” Dan ironinya kita malah berhenti pada keputusasaan ketika kita “hanya punya sedikit” tanpa berpikir untuk berserah dan menyerahkan permasalahan kepada Tuhan.

“ketika logika tidak dapat menyelesaikan masalah, maka kita jangan menyerah dan harus mulai berserah kepada Allah.”

Mujizat tidak dimulai dari seberapa besar apa yang kita miliki, melainkan di tangan siapa kita menyerahkannya. Anak kecil itu tidak menahan lima roti dan dua ikannya karena takut kekurangan, dan ia juga tidak merasa malu karena jumlahnya terlalu kecil. Ia hanya melakukan satu hal sederhana: ia menyerahkannya ke tangan Tuhan. Ketika apa yang kecil dan terbatas itu berpindah ke tangan Tuhan, maka Tuhan akan berperkara dan menyatakan mujizat-Nya.

Banyak hal yang perlu kita pelajari dari kisah ini. Pertama, kita seringkali ragu untuk memulai atau memberi karena takut tidak ada dampaknya karena jumlahnya terlalu sedikit. Namun ternyata Tuhan tidak meminta kita memiliki segalanya untuk memulai; Ia hanya meminta apa yang saat ini ada di tangan kita. Kedua, setelah kita mengerti dan menyadari mengenai “apa yang ada ditangan kita”, maka kita perlu serahkan kepada Tuhan. Tugas kita adalah memberi dan mempercayakan, sedangkan tugas Tuhan adalah memberkati dan melipatgandakan. Ketika kita melepaskan kendali dan berkata, “Tuhan, hanya ini yang kupunya, hanya sisa tenaga setelah seharian bekerja, hanya doa yang terbata-bata atau hanya niat kecil untuk berbuat baik; tetapi aku serahkan ini ke tangan-Mu, untuk kemuliaan nama-Mu” di situlah ruang bagi mujizat dapat terjadi. Ketiga, selama roti itu tetap berada di dalam kantong sang anak, roti itu tetaplah lima roti biasa. Namun ketika genggaman tangan itu terbuka, apa yang biasa menjadi luar biasa. Berkat Tuhan sering kali tidak bekerja dalam genggaman yang erat, melainkan dalam tangan yang terbuka dan berserah. Poin ketiga ini mengingatkan kita kembali agar kita tidak terlalu memegang erat apa yang kita miliki; baik itu harta, kekayaan, relasi, pengetahuan dan lain sebagainya. Bukalah tangan kita, berilah kepada siapapun yang memerlukan dan berhak menerimanya dan berserahlah kepada Tuhan untuk apapun yang sedang kita lepaskan

“walau kita hanya punya sedikit, walau kita rasa itu adalah hal yang sia-sia atau tidak ada gunanya; marilah kita berusaha untuk menyerahkan yang sedikit itu kepada Tuhan dan percaya pada rencana serta kuasa-Nya.” – Tuhan mampu membuat mujizat dari hal-hal yang kadang tidak kita perhitungkan.

Tuhan Yesus memberkati

YG051026

Pokok Doa SRHI GBIK
Senin, 05 Oktober 2026

  1. Mengucap syukur atas terlaksananya dengan baik rangkaian Ibadah Minggu dan Upacara Perjamuan Tuhan sebagai pengingat pengorbanan Tuhan Yesus untuk kita orang percaya.
  2. Berdoa untuk kelancaran pekerjaan & usaha jemaat GBIK di minggu yang baru, kiranya Tuhan Yesus menyertai dan memberkati senantiasa.
  3. Mendoakan Gubernur DKI Jakarta beserta jajarannya, kiranya diberikan hikmat dalam memimpin & tercipta kondisi yang kondusif antar umat beragama di DKI Jakarta.

Pokok Doa untuk Cabang Way Jepara, Lampung Timur

  1. Berdoa supaya Tuhan memberkati dan melindungi jemaat yang sedang merantau di luar kota : Vanessa, Putri Aprianti, Mahendra, Yonita.
  2. Doakan untuk rencana renovasi teras Gereja, kiranya Tuhan memberkati Jemaat dan Donatur sehingga kebutuhan dananya dapat tercukupi.
  3. Doakan Pelayanan dan Kesehatan Pdt. Yulius Eko Imanuel dan Keluarga, kiranya Tuhan memberikan hikmat dan kemampuan untuk menggembalakan jemaat di Cabang Way Jepara, Lampung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *