Bacaan Alkitab, Senin, 21 September 2026
3:12 Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama TUHAN, 3:13 yakni sisa Israel itu. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong; dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu; ya, mereka akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring dengan tidak ada yang mengganggunya.” (Zefanya 3:12-12)
Setiap kita pasti pernah merasa lelah saat berusaha menanggung beban hidup dengan kekuatan sendiri. Bahkan saat masalah datang dan ternyata kemampuan kita terbatas, kita menyadari betapa rapuhnya hidup jika terus mengandalkan diri sendiri.
Di sinilah pesan Zefanya tentang hati yang dimurnikan menyapa kita semua. Pesan utamanya adalah permurnian dari Tuhan bukan untuk menjatuhkan, melainkan cara-Nya untuk meruntuhkan kesombongan agar kita mau merendahkan hati dan mengesampingkan ego diri sehingga dapat bersandar penuh kepada-Nya dan mengakui kedaulatan-Nya.
Ditengah kehancuran Yehuda, orang-orang yang akhirnya luput dan menjadi “sisa yang setia” bukanlah mereka yang kuat secara politik, kaya secara materi, atau yang terlihat suci. Namun sebaliknya, Allah secara eksplisit menyebut mereka sebagai umat yang rendah hati dan lemah. Kata “lemah” dalam Zefanya 3:12 bukan berarti pasrah dan menyerah namun mengacu kepada kelemahan rohani; yaitu sebuah kesadaran mendalam bahwa tanpa kasih Allah, manusia akan lemah.
“Orang yang rendah hati tidak lagi bergantung pada kepandaian, jabatan atau kekayaan; namun hanya kepada Tuhan.” Poin tersebut mengajarkan kita untuk memiliki cara pandang baru yang dapat memandang hal-hal jasmani hanya sebagai penunjang dalam kehidupan bukan sebagai tuan yang diandalkan. Pesannya jelas, agar kita tidak jatuh dalam kesombongan yang mendukakan Tuhan dan agar kita mampu untuk mengakui bahwa kita “lemah” sehingga kita dapat dipulihkan oleh Tuhan. “Tuhan tidak mencari jumlah yang besar, melainkan hati yang murni dan mau untuk diubahkan.”
Tuhan tidak dapat memulihkan seseorang yang masih merasa dirinya “cukup baik” atau “tidak membutuhkan pertolongan.” Sebaliknya, hati yang rendah hati adalah tanah yang subur bagi kasih karunia Tuhan. Oleh sebab itu, marilah kita berhenti mengandalkan diri sendiri, agar kuasa Tuhan dapat dinyatakan secara utuh dan sempurna (bnd. 2 Kor.12:9) sehingga akhirnya kita dapat dipulihkan.
Tuhan Yesus memberkati
YG210926
Pojok Doa SRHI GBIK
Senin, 21 September 2026
- Berdoa agar setiap anggota jemaat GBIK mengalami pertumbuhan rohani dan semakin mengenal Tuhan Yesus secara pribadi, taat akan Firman Tuhan, dan terus setia melayani-Nya.
- Berdoa bagi GBIK agar tetap menjadi Gereja yang diberkati dan menjadi berkat, serta dapat menjadi contoh bagi Cabang dan Pos PI dalam tata kelola bergereja yang sehat dan berkenan pada Allah.
- Berdoa untuk beberapa wilayah di Indonesia yang sedang menghadapi banjir, longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, serta bencana lainnya, kiranya Tuhan memberikan perlindungan, kesehatan, kekuatan, dan kebutuhan sandang pangan papan bagi para korban yang terdampak bencana.
Pokok Doa untuk Cabang Sekadau, Kalimantan Barat
- Berdoa untuk mata pencaharian Jemaat. Tuhan memberkati pekerjaan dan usaha yang dilakukan Jemaat.
- Doakan Kelanjutan pembangunan pagar keliling gereja. Tuhan memberkati dengan dana yang cukup.
- Berdoa untuk Pdt. Sebunbia beserta keluarga supaya diberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam menggembalakan jemaat.
