Bacaan Alkitab hari ini, Sabtu, 19 September 2026 :
Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. (Habakuk 3:17-19)
Memang hidup didunia yang tidak menentu kadang bisa membuat kita jadi gusar dan tidak percaya. Ada orang yang hidup tidak percaya Tuhan bahkan tidak baik, tetapi dalam kehidupan kelihatannya nyaman nyaman saja, sedang orang yang percaya kehidupan ada banyak tantangan bahkan tertindas oleh orang yang tidak percaya. Yang jadi pertanyaan pernahkah kita merasakan bahwa Tuhan diam sajaa saat keadaan di sekitar kita kurang baik? Terlihat bahwa kejahatan seolah menang, doa-doa tidak kunjung dijawab, dan masa depan terlihat tidak ada harapan.
Pada kitab Habakuk masalah diatas sudah dirasakan dan dialami oleh bangsa Israel Ia melihat ketidakadilan di bangsanya sendiri, dan ketika ia berseru kepada Tuhan, jawaban Tuhan justru di luar dugaan. Tuhan akan menggunakan bangsa Babel yang jauh lebih kejam untuk menghukum mereka. Kita selalu menggunakan logika manusia, sehingga rencana Tuhan tidak masuk dalam pikiran kita. Dalam hal demikian apakah kita bisa tetap beriman.Mari kita belajar dari sikap iman Nabi Habakuk dalam melihat ini. Iman sejati berlaku untuk setiap keadaan baik atau buruk keadaan. Dalam setiap peristiwa atau masalah, manusia pada umumnya akan bertanya kepada Tuhan mengapa, siapa, apa dan berapa lama lagi ? Kita diajarkan untuk tidak fokus pada masalah itu, tetapi melihat siapa dibalik setiap masalah yang terjadi. Tentu kita tahu bahwa setiap masalah atau peristiwa ada Allah yang melihat dan mengetahui. Apa yang terjadi pada diri kita tidak selalu baik-baik saja, ada hal yang tidak baik juga. Dengan kita mengenal Allah lebih dalam maka kita tahu karakter Allah bahwa Dia kudus, adil dan berdaulat penuh atas setiap manusia. Ketika kita tahu siapa yang memegang hidup kita, kita tidak lagi menuntut jawaban atas semua kata pertanyaan diatas kepada Tuhan. Kekuatan iman yang penuh kepada Tuhan, kita percaya dan berserah terhadap yang sudah terjadi pada diri kita.
Habakuk menulis salah satu komitmen iman yang menguatkan di Alkitab pada pasal 3:17-19 : “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku”. Nabi Habakuk menggambarkan situasi krisis yang luar biasa, pohon ara tidak berbunga, tidak ada buah anggur, hasil ladang gagal, dan kambing domba mati. Ini adalah gambaran kehancuran secara ekonomi dan sumber penghidupan. Walaupun alam dan keadaan sekeliling hancur, Habakuk tidak memilih untuk bersungut-sungut. Ia mengalihkan pandangannya dari masalah duniawi kepada pribadi Tuhan. Sukacita orang percaya tidak bergantung pada fasilitas atau berkat materi yang sedang kita miliki, melainkan pada siapa Allah itu bagi kita. Tuhan adalah tetap dan Dia adalah sumber keselamatan yang tidak pernah berubah. Kita beriman artinya ada keberanian untuk menatap realita yang pahit dalam kehidupan, namun memilih untuk tetap percaya kebaikan Tuhan, bersyukur dan bersukacita dalam Tuhan. Tuhan adalah Allah kekuatan dalam kehidupan kita.
Tuhan Yesus memberkati Amin.
(MSN19092026)
Pokok Doa SRHI GBIK
Sabtu, 19 September 2026
- Mendoakan para pemuda dan remaja di GBIK supaya diberikan hati yang haus dan lapar akan Firman Tuhan.
- Berdoa mohon kasih karunia keselamatan dari Tuhan Yesus bagi masyarakat di sekitar gedung Gereja kita.
- Berdoa bagi anak-anak Indonesia supaya dari kecil diajar dan diberikan hati yang takut akan Tuhan sehingga saat sudah dewasa nanti dapat menjadi generasi penerus bangsa yang gemilang.
Pokok Doa untuk Cabang Marga Mulya, Monterado – Kalimantan Barat
- Doakan jemaat yang sedang merantau di luar kota : Sdri. Merei, Natalia, Apriliana, Estia Eta, Natal, Seli, Sdr. Dendi, Febrianus, Kristian, Ardi, Yehezkiel, Januarius, Bp. Hamidi, Ibu Elis, Ibu Sila, Bp. Supri.
- Doakan kecukupan dana untuk perawatan kebun sawit Gereja, Tuhan memberkati hingga saat panen nanti dapat menjadi sumber dana Gereja.
- Berdoa untuk pelayanan Sdr. Imanuel Hutagalung supaya Tuhan memberkati dengan kesehatan, hikmat dan kemampuan untuk dapat terus melayani dengan penuh sukacita bersama jemaat di Cabang Marga Mulya.
