Beranda » Inspirasi Iman » Santapan Rohani Hari Ini » Seperti Kacang Lupa Kulit

Seperti Kacang Lupa Kulit

Bacaan Alkitab hari ini, Kamis 17 September 2026 :

Mikha 6-7

“Sebab Aku telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir dan telah membebaskan engkau dari rumah perbudakan dan telah mengutus Musa dan Harun dan Miryam sebagai penganjurmu (Mikha 6:4)”

Nubuat Mikha seolah-olah memperlihatkan ketidak mengertian Allah terhadap perilaku Israel: “Umat-Ku, apakah yang telah Kulakukan kepadamu? Dengan apakah engkau telah Kulelahkan? Jawablah Aku! Sebab Aku telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir dan telah membebaskan engkau dari rumah perbudakan dan telah mengutus Musa dan Harun dan Miryam sebagai penganjurmu” (Mi. 6:3-4). Nada pengaduan Allah akan pelbagai perbuatan Israel tampak getir. Terlihat nada heran karena Israel telah lupa akan sejarah bangsanya sendiri. Mereka seperti kacang lupa kulit.

Israel agaknya lupa bahwa–dengan kuasa Tuhan–Bileam yang awalnya berencana memberikan kutukan, ternyata malah memberkati Israel. Bileam sendiri mengaku kepada Balak, bahwa dia tak sanggup mengucapkan kata-kata kutukan kepada bangsa Israel. Bileam berkata kepada Balak, “Allah, yang membawa mereka keluar dari Mesir, adalah bagi mereka seperti tanduk kekuatan lembu hutan, sebab tidak ada mantera yang mempan terhadap Yakub, ataupun tenungan yang mempan terhadap Israel” (Bil. 23:22-23).

Untuk semuanya itu, Mikha dalam nubuatnya menyatakan bahwa Allah tidak pernah menuntut kurban bakaran dari umat-Nya, melainkan “berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allah” (lihat Mi. 6:8). Sejatinya berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan bersikap rendah hati merupakan wujud kehidupan umat yang telah diselamatkan Allah dan mengalami persekutuan dengan-Nya.

Berlaku adil berarti umat Israel harus tegas menyatakan yang benar sebagai benar dan yang salah sebagai salah. Mencintai kesetiaan berarti umat Israel harus setia dengan komitmen yang telah diambilnya, apa pun kondisinya. Rendah hati berarti umat Israel senantiasa ingat bahwa hidup yang dijalaninya merupakan anugerah Allah semata, bukan karena jerih lelah mereka sendiri sehingga mereka tak perlu sombong. Panggilan untuk berlaku adil, setia, dan rendah hati juga diperuntukkan bagi orang percaya masa kini.

(KS17092026)

Pokok Doa SRHI GBIK
Kamis, 17 September 2026

  1. Berdoa untuk jemaat yang sudah pensiun dan usia lanjut supaya diberikan kesehatan dan berkat yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan selalu dalam sukacita Tuhan.
  2. Doakan setiap kepanitiaan dan organisasi dalam persiapan pemilihan calon Ketua dan Anggota Tahun pelayanan 2027 supaya Tuhan yang memberkati dan memilih orang-orang yang terpanggil untuk melayani.
  3. Doakan Pemerintah dalam mengendalikan nilai Rupiah terhadap Dollar supaya dapat membaik sehingga perekonomian negara Indonesia dapat stabil.

Pokok Doa untuk Cabang Way Jepara, Lampung Timur

  1. Bersyukur untuk kesetiaan jemaat dan simpatisan, doakan kiranya selalu diberikan kerinduan untuk selalu beribadah dan mengikuti kegiatan gereja.
  2. Bersyukur untuk berbagai Fasilitas / Sarana Ibadah yang semakin baik, kiranya dapat menambah semangat Jemaat untuk semakin giat bersekutu di Gereja dan mengajak saudara / teman untuk datang beribadah.
  3. Doakan Pdt. Yulius Eko Imanuel dan Keluarga supaya Tuhan menganugerahkan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam melayani Jemaat di Cabang Way Jepara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *