Beranda » Inspirasi Iman » Santapan Rohani Hari Ini » Berhenti Berlari Dan Kembali

Berhenti Berlari Dan Kembali

Bacaan Alkitab, Senin, 14 September 2026

Yunus 1-4

“Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.” (Yunus 1:3).

Kisah Yunus merupakan kisah yang memiliki banyak pemaknaan yang tentu saja berhubungan dengan realita kehidupan kita. Namun kali ini kita akan mencoba melihat kisah ini dari kacamata perenungan ilahi agar kita dapat menginstropeksi diri dan menyadari bahwa kita juga bisa melakukan hal yang sama yang dulu Yunus lakukan dihadapan Tuhan. Salah satu pemaknaan yang bisa kita dapatkan adalah bahwa Yunus melarikan diri dari panggilan Tuhan; dan itu adalah gambaran kehidupan kita sebagai manusia yang juga terkadang tidak setia. Ketika kita membaca kisah Yunus, mudah bagi kita untuk menghakimi keputusannya. Namun jika kita bersikap jujur pada diri sendiri, Yunus sebenarnya adalah cerminan tepat dari siapa kita dihadapan Sang Pencipta. Tanpa sadar, kita juga sering kali lari dari panggilan dan kemauan Tuhan. Lari dari Tuhan tidak selalu berarti kita berhenti pergi ke gereja atau menyatakan diri berhenti beriman dan percaya. Namun seringkali pelarian kita jauh lebih halus dan bahkan tidak kita sadari.

Saat Tuhan memanggil kita untuk berdampak dan menjadi terang di tempat kerja, untuk memimpin, atau membagikan kebaikan; terkadang kita bersembunyi di balik rasa tidak layak dan rasa takut hingga akhirnya memilih diam dan tidak melakukan apa-apa padahal kesempatan untuk membagikan kasih Tuhan sangat terbuka dan kesempatan itu sudah ada dihadapan mata kita. Ketika kemauan Tuhan meminta kita mengampuni orang yang melukai hati, melepaskan dendam dan memberikan pengampunan atau melepaskan keuntungan finansial yang tidak jujur, kita sengaja menutup mata. Kita berpura-pura tidak mendengar suara-Nya karena ketaatan itu menuntut pengorbanan dan terkadang kita tidak siap untuk berkorban bagi kemauan Tuhan. Dan inilah faktanya “terkadang kita mengesampingkan kemauan Tuhan agar kemauan kita dapat kita lakukan.”

Pelarian yang kita lakukan sering kali membawa “badai” dalam hidup seperti hati yang tidak tenang, hati yang kosong atau bahkan menimbulkan keretakan hubungan. Kita mengira sedang menuju kebebasan (seperti Yunus menuju Tarsis), padahal kita sedang melangkah menuju ruang gelap yang sepi. Bahkan pelarian yang kita lakukan membuat kita berada didalam perut ikan yang penuh tekanan, kegelapan, ketidaknyamanan dan ketidakpastian. Namun inilah keindahan kasih Tuhan, Tuhan tidak pernah berhenti mengejar kita yang sedang lari. Bahkan badai dan kesulitan yang Tuhan izinkan terjadi saat kita lari bukanlah tanda dendam-Nya, melainkan cara kasih-Nya untuk menghentikan langkah kita sebelum kita terperosok lebih jauh. Tuhan ingin kita sadar bahwa tidak ada tempat bersembunyi yang lebih berharga daripada berada tepat di tengah-tengah kehendak-Nya.

Kisah ini mengajarkan kita bahwa kita tidak boleh diatur oleh kedagingan dan keakuan sampai akhirnya tidak dapat berada didalam kemauan Tuhan. Jika kita merasa sedang berada di “kapal menuju Tarsus” atau sedang berada di dalam gelapnya “perut ikan” akibat menghindari kemauan Tuhan, berhentilah berlari. Tuhan tidak menunggu untuk menghukum kita; Ia sedang menunggu kita untuk pulang dan berserah kembali dalam pelukan yang penuh kasih.

Tuhan Yesus memberkati
YG140926

Pokok Doa SRHI GBIK
Senin, 14 September 2026

  1. Mengucap syukur Ibadah Minggu dan Sekolah Minggu, serta Upacara Baptisan telah berjalan dengan baik.
  2. Berdoa untuk Pelayanan Gembala Sidang, Pdt. Agus Panrimo dan Pdt. Em. Julianus Tarapa, Tuhan memberikan kesehatan, hikmat dan kuasa dalam menggembalakan dan mengembangkan Jemaat GBIK.
  3. Doakan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam menanggulangi bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Pokok Doa untuk Cabang Imanuel, Rantauprapat, Sumatera Utara

  1. Berdoa untuk setiap pergumulan Jemaat, kiranya Tuhan memberikan kekuatan dan jalan keluar bagi setiap permasalahan yang dihadapi Jemaat.
  2. Berdoa bagi persatuan dan kerukunan Jemaat, kiranya semakin sehati sepikir dan saling menopang satu dengan lainnya.
  3. Berdoa untuk Pdt. Rejeki Pardamean Tambunan beserta Keluarga supaya Tuhan memberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam melayani Jemaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *