Bacaan Alkitab hari ini, Sabtu, 10 Oktober 2026 :
“Maka Yesus berkata kepada mereka: ‘Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.’ Ia tidak dapat mengadakan satu mukjizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya di atas mereka. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka.”(Markus 6:4-6)
Pengalaman hidup yang paling tidak enak adalah bila terjadi penolakan pada diri kita. Yang lebih sakit lagi bahwa penolakan dari keluarga dekat, sahabat atau lingkungan tempat kita tinggal dan bertumbuh. Dalam pelayanan Yesus Kristus setiap hari Sabat datang ke bait Allah untuk membaca kitab dan mengajar menyampaikan kabar baik.
Dalam pelayanan Yesus tidak hanya mengajar tetapi juga mengusir roh jahat, menyembuhkan orang sakit, serta membuat mukjijat membangkitkan orang mati. Dalam Markus 6:1-6, kita melihat Yesus kembali ke Nazaret ke kampung halaman-Nya tempat Dia dibesarkan. Dia pulang dengan membawa berita anugerah. Seperti biasa pada hari sabat di dalam bait Allah Dia membaca Kitab dan mengajar. Jemaat yang besar mendengar merasa takjub. Mereka kagum terhadap perkataan Yesus, tetapi mereka kemudian melihat Yesus hanya dari sisi Manusiawi. Mereka mengetahui Yesus sejak kecil sebagai anak tukang kayu, anak Maria saudara Yakobus.
Orang-orang Nazaret hanya mengenal Yesus lahiriah saja.” Karena rasa kenal yang keliru itu, mereka menolak untuk melihat otoritas Ilahi dan kuasa yang ada pada-Nya. Ketidakpercayaan mereka menghambat kuasa Allah, karena sikap meremehkan dan kurangnya iman dari orang setempat. Yesus tidak dapat mengadakan banyak mukjijat besar di tempat itu selain menyembuhkan orang sakit saja. Ini menunjukkan bahwa Iman adalah dasar penting bagi seseorang untuk mengalami kuasa dan karya Tuhan.
Bagaimana respons Yesus terhadap penolakan tersebut? Dia tidak menjadi pahit hati. Dia tidak membalas dengan kemarahan, dan Dia juga tidak membiarkan penolakan itu menghentikan misi-Nya. Ayat selanjutnya mencatat bahwa Yesus segera melangkah pergi lalu berkeliling ke desa-desa tetangga sambil mengajar. Yesus menunjukkan bahwa penolakan dari satu tempat bukanlah akhir dari segalanya. Otoritas dan identitas-Nya sebagai Anak Allah tidak ditentukan oleh apakah orang Nazaret menerima-Nya atau tidak. Yesus tidak mengubah identitas-Nya, Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.
Ketika kita berusaha hidup benar, melayani, bekerja dengan jujur, atau membagikan kebaikan, tidak jarang kita justru mendapatkan penolakan. Ide kita diremehkan, ketulusan kita dicurigai, atau keberadaan kita diabaikan. Di saat-saat seperti ini, iblis sering kali membisikkan kebohongan bahwa kita tidak berharga atau bahwa Tuhan telah meninggalkan kita. Melalui teladan Yesus, kita belajar beberapa hal penting saat menghadapi penolakan. Jangan biarkan penolakan orang lain mengubah diri kita menjadi orang yang penuh benci, tetapi tetaplah sesuai identitas kita percaya pada-Nya. Identitas kita ada dibawah kuasa Tuhan, tidak ditentukan oleh pengakuan manusia, melainkan oleh kasih Allah. Teruslah Melangkah miliki iman yang teguh, karena kesempatan tersedia yang membutuhkan kehadiran dan dampak positif dari hidup kita. Tuhan tidak pernah menolak kita. Ketika dunia membuang kita, tangan Tuhan tetap memegang erat untuk memulihkan dan mengutus kita kembali dengan kuasa-Nya.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.
(MSN10102026)
Pokok Doa SRHI GBIK
Sabtu, 10 Oktober 2026
- Berdoa untuk pemuda pemudi gereja. Kiranya kaum muda memiliki iman yang tangguh, terhindar dari pergaulan yang buruk dan mampu menjadi terang di mana pun mereka ditempatkan.
- Doakan program-program penjangkauan jiwa di GBIK. Kiranya segala rencana yang telah disusun dapat berjalan lancar dan banyak jiwa dimenangkan bagi kemuliaan nama Tuhan.
- Berdoa untuk kerukunan antar umat beragama, khususnya di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sehingga tercipta toleransi, rasa saling menghargai, dan kedamaian dalam masyarakat.
Pokok Doa untuk Cabang Gerbang Mutiara, Landak, Kalimantan Barat
- Berdoa untuk jemaat yang sedang sakit (P. Ati, Ibu Ondeng, Ibu Sutang, adik cindi, Sdr. Nobel, ibu Yati, ibu Nada), supaya Tuhan jamah sehingga dapat segera sembuh.
- Doakan para remaja/ pemuda terhindar dan dijauhkan dari narkoba karena peredaran narkoba yang cukup besar jalur Malaysia – Kalimantan – Sumatra via Batam.
- Doakan pelayanan Pdt. Timbul Purwono beserta keluarga supaya Tuhan memberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam menggembalakan Jemaat Cabang Gerbang Mutiara.
