Bacaan Alkitab, Selasa, 06 Oktober 2026 :
Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: ”Itu dikatakan-Nya karena kita tidak membawa roti.” Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: ”Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Hai orang-orang yang kurang percaya! (Matius 16:7-8)
Gagal paham merupakan situasi saat seseorang keliru menafsirkan, sulit mengerti, atau tidak mampu menyerap esensi sebenarnya dari sebuah pesan, berita, obrolan, maupun keadaan yang sedang terjadi. Kegagalan paham akan sesuatu mengakibatkan kondisi yang tidak mengenakan dan suasana yang tidak nayaman. Gagal paham ini harus dibenarkan dengan memberikan pemahaman yang benar dan dipahami. Inilah yang dilakukan Yesus ketika menjelaskan kepada murid-murid yang gagal paham akan perkataanNya. Lantas gagal paham seperti apa yang diluruskan Yesus? Apa hal yang bisa dipelajari melalui kejadian ini?
Yesus mengingatkan murid-murid tentang: Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki (ayat 6). Murid-murid gagal paham dan berkata: Itu dikatakan-Nya karena kita tidak membawa roti (ayat 7). Mereka salah paham dan menganggap bahwa Yesus membahas ragi karena tidak membawa roti. Mereka gagal paham dan sibuk saling menyalahkan seorang kepada yang lain. Padahal ketika Yesus berbicara tentang ragi merujuk pada pengajaran.
Yesus mengingatkan murid-murid tentang hal ini bukan tanpa alasan karena orang Farisi dan Saduki memberikan pengajaran yang sesat. Orang Farisi yang mengajarkan tentang memberikan persembahan kepada Allah tanpa menghiraukan orang tuanya. Orang Saduki yang tidak percaya akan adanya kebangkitan diantara orang mati. Yesus mengerti bahwa murid-murid harus berjaga-jaga dan waspada. Yesus menegur murid-murid untuk tidak gagal paham dan memberikan pengarahan yang benar supaya murid-murid sadar bahwa pentingnya untuk benar-benar memahami Firman Tuhan.
Orang percaya haruslah sungguh-sungguh dalam memahami Firman Tuhan. Tujuannya agar tidak salah paham dalam memahami maksud baik Tuhan. Tuhan ingin yang terbaik dalam hidup orang percaya dan setiap pengikutNya harus percaya. Tuhan dalam memberikan pengajaran melalui Firman-Nya untuk selalu mengoreksi sesuatu yang salah. Orang percaya harusnya memohon pimpinan Tuhan melalui Roh Kudus agar tidak gagal paham.
Pembaca SRHI, bagaimana dengan cara saudara dalam memahami Firman Tuhan? Apakah saudara sering gagal paham tentang Firman Tuhan yang tertulis? Saudara perlu membaca Firman Tuhan dengan baik, mohon pimpinan Roh Kudus untuk saudara memahami. Setiap orang akan dengan pemahaman yang Tuhan inginkan bagi masing-masing pribadi. Yesus akan mengoreksi melalui Roh Kudus. Jangan sampai saudara gagal paham dan malah salah mengerti FirmanNya. Mari dengan rendah hati mohon pimpinan Tuhan dalam merenungkan FirmanNya. God bless
(FRD061026)
Pokok Doa SRHI GBIK
Selasa, 06 Oktober 2026
- Doakan jemaat GBIK di lingkungan tempat tinggal, kiranya senantiasa diberikan perlindungan, ketenteraman, dan damai sejahtera dari Tuhan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
- Berdoa untuk kehadiran jemaat dalam setiap persekutuan di GBIK, kiranya terus bertumbuh dan semakin banyak jemaat yang rindu hadir, sehingga tercipta persekutuan yang semakin erat di dalam Kristus.
- Berdoa untuk beberapa aksi demonstrasi yang terjadi di Jakarta, kiranya dapat berlangsung dengan aman dan damai sehingga dapat membawa perubahan yang baik untuk bangsa Indonesia.
Pokok Doa untuk Cabang Sribhawono, Lampung Timur
- Doakan sdr. Tegar dalam pergumulannya untuk percaya Tuhan Yesus. Doakan juga untuk Dias, Pak Supri, Dewa, Dara, Franz, Grace dan Ici agar dapat percaya kepada Tuhan Yesus dan menggabungkan diri di GBIK Cabang Sribhawono.
- Berdoa untuk kesetiaan Jemaat dalam mengikuti setiap peribadatan di Gereja dan doakan supaya Jemaat dapat mengajak keluarga yang belum percaya untuk bersama bergereja.
- Doakan Sdr. Yosua Gura supaya Tuhan memberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam menggembalakan Jemaat Sribhawono, serta memiliki semangat melakukan penginjilan.
