Bacaan Alkitab, Rabu, 05 Agustus 2026
“Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel? demikianlah firman TUHAN. Sesungguhnya, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel.” (Yeremia 18:6)
Dalam kehidupan, setiap orang pasti mengalami masa-masa ketika rencana tidak berjalan sesuai harapan. Ada kegagalan, kekecewaan, bahkan pergumulan yang membuat kita merasa tidak berguna. Melalui pengalaman Yeremia di rumah tukang periuk, Tuhan memberikan pelajaran yang sangat berharga. Ketika bejana yang sedang dibentuk menjadi rusak di tangan tukang periuk, bejana itu tidak langsung dibuang. Sang tukang periuk mengambil tanah liat yang sama dan membentuknya kembali menjadi bejana lain yang dianggap baik menurut kehendaknya.
Demikian pula Allah bekerja dalam kehidupan setiap orang percaya. Dia adalah Penjunan Agung yang tidak pernah menyerah terhadap kehidupan anak-anak-Nya. Ketika kita jatuh karena dosa, mengalami kegagalan, atau merasa hidup kita hancur, Tuhan masih sanggup membentuk kembali menjadi pribadi yang berguna bagi kemuliaan-Nya. Namun, tanah liat tidak pernah membentuk dirinya sendiri. Tanah liat harus rela berada di tangan sang penjunan, mengikuti setiap sentuhan, tekanan, dan putaran roda pembentukan. Begitu pula kehidupan orang percaya. Proses pembentukan Tuhan sering kali tidak mudah. Dia memakai firman-Nya, disiplin, penderitaan, bahkan berbagai pengalaman hidup untuk membentuk karakter kita agar semakin serupa dengan Kristus. Terkadang kita tidak memahami mengapa Tuhan mengizinkan kesulitan terjadi, tetapi melalui semua itu Dia sedang mengikis kesombongan, menumbuhkan iman, mengajarkan kesabaran, dan mempersiapkan kita menjadi alat yang berguna bagi pekerjaan-Nya.
Bapak/Ibu yang terkasih dalam Yesus Kristus, karena itu, respons yang Tuhan kehendaki bukanlah melawan proses pembentukan-Nya, melainkan menyerahkan diri dengan rendah hati. Ketika kita tetap taat, terbuka terhadap teguran firman, dan bersedia diubah, Tuhan akan memakai hidup kita menjadi berkat bagi banyak orang. Bejana yang berguna bukanlah bejana yang sempurna menurut ukuran manusia, melainkan bejana yang bersedia dibentuk sesuai kehendak Sang Penjunan. Kiranya setiap hari kita terus berkata, “Tuhan, bentuklah aku menjadi bejana yang berguna untuk kemuliaan nama-Mu.”
Amin, Tuhan Yesus Memberkati.
(RKM05082026)
Pokok Doa SRHI GBIK
Rabu, 05 Agustus 2026
- Berdoa agar Tuhan memampukan setiap orang tua dalam mendidik dan mengajarkan anak-anak agar takut akan Tuhan.
- Berdoa untuk Ibadah Doa Rabu pada hari ini agar dapat berjalan dengan baik. Doakan untuk MC, pemusik, pembawa renungan, sound dan lcd serta cuaca yang baik sehingga banyak jemaat yang hadir.
- Berdoa agar setiap warga negara Indonesia menumbuhkan rasa cinta tanah air yang tulus dalam diri masing-masing, mengutamakan persatuan dan kesatuan serta bersama-sama membangun negeri.
Pokok Doa untuk Cabang Eklesia, Pelita, Halmahera Utara
- Berdoa untuk kesehatan dan keselamatan Jemaat Cabang Eklesia Pelita, Tuhan melindungi dari segala penyakit, kecelakaan maupun marabahaya lainnya.
- Doakan jemaat tetap setia dalam beribadah, baik ibadah Minggu maupun kegiatan gereja lainnya, serta dapat mengajak anak-anaknya untuk mengikuti Sekolah Minggu.
- Berdoa bagi Gembala Sidang Pdt. Yunus Tuwongadil dan Keluarga supaya diberikan kesehatan, hikmat, tetap semangat dan setia dalam menggembalakan Jemaat Cabang Eklesia.

