Bacaan Alkitab Hari ini: Rabu, 12 Agustus 2026
Yeremia 40:15
Kemudian Yohanan bin Kareah berkata dengan diam-diam kepada Gedalya di Mizpa: “Baiklah aku pergi membunuh Ismael bin Netanya itu dengan tidak diketahui siapa pun juga. Mengapa engkau harus dibunuhnya, sehingga semua orang Yehuda yang telah berkumpul di sekelilingmu berserak-serak lagi dan sisa Yehuda itu binasa?”
Tidak semua bahaya datang dengan tanda-tanda yang jelas. Ada ancaman yang terlihat sejak awal, tetapi ada juga ancaman yang tersembunyi di balik perkataan yang baik, rencana yang tampaknya masuk akal, bahkan orang-orang yang kelihatannya dapat dipercaya. Yeremia 40:13-16 memperlihatkan bagaimana Yohanan bin Kareah mengetahui adanya rencana Ismael untuk membunuh Gedalya. Yohanan kemudian memperingatkan Gedalya agar waspada. Namun, Gedalya tidak mempercayai peringatan tersebut dan berkata bahwa ia menganggap Ismael tidak mungkin melakukan hal itu. Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa dalam menjalani kehidupan, kita membutuhkan kewaspadaan dan hikmat agar tidak terjebak oleh ancaman yang tidak kita sadari.
Pada saat itu, Gedalya telah dipercaya untuk memimpin orang-orang yang masih tinggal di Yehuda setelah kehancuran Yerusalem. Ia berusaha membangun kehidupan yang lebih baik dan mengajak bangsa itu hidup dengan tenang. Namun, di tengah keadaan yang mulai stabil, muncul ancaman dari Ismael. Yohanan mengetahui rencana tersebut dan menyampaikannya kepada Gedalya. Ini menunjukkan bahwa Tuhan dapat memakai orang lain untuk memperingatkan kita terhadap bahaya yang tidak kita lihat sendiri. Karena itu, kita tidak boleh menganggap setiap nasihat sebagai sesuatu yang mengganggu. Ada kalanya teguran, nasihat, atau peringatan dari orang lain merupakan cara Tuhan menjaga kehidupan kita.
Namun, persoalan Gedalya adalah ia terlalu cepat merasa aman. Ia tidak mau percaya bahwa Ismael mempunyai niat jahat. Sikap seperti ini juga dapat terjadi dalam kehidupan kita. Karena merasa sudah mengenal seseorang, kita bisa menjadi kurang waspada. Karena keadaan terlihat baik, kita merasa tidak mungkin terjadi sesuatu yang buruk. Padahal, Alkitab mengajarkan bahwa kita harus hidup dengan hikmat dan kewaspadaan. Kewaspadaan bukan berarti hidup dalam ketakutan atau mencurigai semua orang, melainkan memiliki kemampuan untuk membedakan mana yang baik, mana yang berbahaya, dan mana yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Bagi kehidupan gereja, keluarga, maupun pelayanan, pesan ini sangat penting.
Gereja yang sedang bertumbuh bukan berarti bebas dari tantangan. Justru ketika Tuhan memberikan kesempatan untuk maju, berbagai tantangan dapat muncul. Karena itu, umat Tuhan harus menjaga persatuan, membangun komunikasi yang baik, saling mengingatkan, dan tidak mengabaikan nasihat yang benar. Pemimpin juga perlu memiliki kerendahan hati untuk mendengarkan peringatan dari orang lain. Kewaspadaan bukan tanda bahwa kita tidak percaya kepada Tuhan, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab kita dalam menjaga apa yang Tuhan percayakan.
Bapak/Ibu yang terkasih dalam Yesus Kristus, waspada bukan berarti hidup dalam ketakutan, melainkan hidup dalam hikmat dan kepekaan kepada Tuhan. Kita tidak mengetahui semua ancaman yang ada di depan kita, tetapi kita dapat meminta Tuhan memberikan hikmat untuk mengenalinya. Jangan terlalu cepat merasa aman hanya karena keadaan terlihat baik. Jangan mengabaikan nasihat yang benar hanya karena kita merasa semuanya baik-baik saja. Belajarlah untuk berdoa, mendengar, menguji, dan mengambil keputusan dengan bijakan. Renungan imi mengingatkan kita bahwa bahaya dapat muncul tanpa kita sadari. Karena itu, sebagai umat Tuhan kita dipanggil untuk tetap waspada, tidak hidup dalam kecurigaan, tetapi memiliki hikmat untuk membedakan setiap keadaan. Dengarkan nasihat yang benar, jangan mengabaikan peringatan, dan selalu libatkan Tuhan dalam setiap keputusan. Sebab orang yang berjaga-jaga bukanlah orang yang takut menghadapi kehidupan, melainkan orang yang sadar bahwa hidupnya membutuhkan pertolongan dan hikmat Tuhan.
Amin, Tuhan Yesus Memberkati.
(RKM12082026
Pokok Doa SRHI GBIK
Rabu, 12 Agustus 2026
- Berdoa untuk Jemaat yang merindukan pasangan hidup, Tuhan memberi yang seiman dan sepadan. Doakan juga jemaat yg merindukan buah hati (anak) dalam rumah tangganya, Tuhan menjawab sesuai waktu dan kehendakNya.
- Doakan GBIK dalam menjalankan program yang telah ditentukan supaya dapat dijalankan dengan baik, dan menjadikan Jemaat semakin bertumbuh, dewasa, berbuah dan memuliakan Tuhan.
- Doakan Pemerintah supaya dapat bekerja sama dengan pihak swasta dalam menciptakan lapangan kerja untuk mengatasi masalah pengangguran di Indonesia.
Pokok Doa untuk Cabang Sindu, Bengkayang – Kalimantan Barat
- Berdoa untuk Jemaat Cabang Sindu yang sakit. Mohon kesembuhan untuk Adik Sinta Enjelika yang patah tulang kaki dan tangan karena kecelakaan. Doakan pemulihan Ibu Martina pasca melahirkan secara operasi caesar.
- Doakan agar kerinduan jemaat untuk membuat tugu / papan nama Gereja dapat terealisasi dalam tahun ini.
- Berdoa untuk Pdm. Bima Iryanto beserta Keluarga dalam menggembalakan Jemaat Cabang Sindu Bengkayang, Tuhan memberikan kesehatan, hikmat dan berkat yang cukup.

