Bacaan Alkitab hari ini, Kamis, 29 Oktober 2026 :
“Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya. kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. ( Yohanes 13:4-5”
Saat penangkapan dan penyaliban Yesus sudah semakin dekat. Itulah saat-saat terakhir bagi Yesus bersama para murid-Nya. Pada saat itulah Yesus mengajar tentang kasih dan memberi diri untuk melayani. Namun pengajaran itu diberikan bukan melalui kata-kata, melainkan dengan tindakan nyata.
Usai makan, Yesus -Sang Guru- memakai perlengkapan pelayan lalu membasuh kaki murid-muridNya. Biasanya hal ini dilakukan oleh seorang pelayan. Para murid sendiri pada waktu itu tengah sibuk memperdebatkan siapa yang terbesar di antara mereka (lihat. Luk. 22:24). Dengan isi perdebatan semacam itu, mana mungkin ada yang mau merendahkan diri dengan membasuh kaki yang lain? Namun saat dibasuh Yesus, murid-murid diam saja. Berbeda dengan Petrus, yang tidak bisa menerima bila Sang Guru membasuh kakinya, yang adalah murid-Nya. Namun usai mendengar penjelasan Yesus, Petrus malah meminta agar seluruh tubuhnya dibasuh.
Melalui tindakan-Nya, Yesus mengajarkan bahwa Ia telah mengambil peranan yang sangat rendah untuk melayani murid-murid-Nya. Karena itu murid-murid pun seharusnya mau melayani dan menempatkan kepentingan orang lain dan tidak memandang jabatan, kedudukan atau kekuasaan mereka sendiri (ikut teladan Kristus dalam Flp. 2:1-11). Bila dunia bertanya, “Berapa banyak pelayanmu?” maka murid-murid Yesus seharusnya bertanya “Berapa orang yang kulayani?” Sebab itu, murid-murid Yesus seharusnya tidak berpikir bahwa melayani merupakan suatu tindakan yang bernilai rendah, karena Guru mereka pun telah merendahkan diri untuk melayani mereka.
Dunia saat ini, bahkan murid-murid Tuhan masa kini banyak dipenuhi semangat kompetisi, sehingga yang terjadi adalah saling mengritik dan ingin memperlihatkan siapa yang terbaik dan terbesar. Akibatnya, pengetahuan bertambah, tetapi kasih berkurang. Dan dalam situasi seperti itu, melayani akan dianggap sebagai sesuatu yang merendahkan harga diri. Namun Yesus berkata, “Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.” (Ayat 17).
Tuhan Yesus memberkati kita semua.
(KS29102026)
Pokok Doa SRHI GBIK
Kamis, 29 Oktober 2026
- Berdoa bagi para orang tua di GBIK agar mampu mendampingi anak-anak dalam menggunakan gawai (HP) dan media sosial dengan sehat dan bertanggungjawab.
- Berdoa agar gereja dapat memakai teknologi secara bijak untuk memberitakan Injil, memperkuat persekutuan dan melayani sesama.
- Berdoa bagi perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital di Indonesia agar dimanfaatkan secara bijaksana dan tetap menjaga etika / kesantunan dalam bermedia sosial. Doakan juga supaya masyarakat terlindung dari penipuan online, judi online dan hoaks.
Pokok Doa untuk BPW Pemuridan, Sidikalang, Dairi – Sumatera Utara
- Berdoa untuk Jemaat yang sedang sakit, kiranya Tuhan menjamah dan memberikan kesembuhan.
- Berdoa untuk kegiatan rutin gereja (Ibadah & Sekolah Minggu) dapat berjalan dengan baik dan lancar serta kegiatan KPW, KMBI, Jam Doa, Sabtu Ceria, dapat aktif secara rutin dan banyak jemaat yang menghadirinya.
- Doakan pelayanan Bp. Samuel Paradongan Purba beserta keluarga supaya diberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam melayani jemaat, serta diberikan berkat yang cukup.
