Membangun Keluarga yang Takut akan Tuhan

Bacaan Alkitab, Kamis, 19 Juni 2026 :
Mazmur 98 – 103

“Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela: Bilakah Engkau datang kepadaku? Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku. Tiada kutaruh di depan mataku perkara dursila; perbuatan murtad aku benci, itu takkan melekat padaku. Hati yang bengkok akan menjauh dari padaku, kejahatan aku tidak mau tahu. (Mazmur 101:2-4)

Mazmur 101 ini adalah Mazmur Daud. Kemungkinan besar ditulis oleh Raja Daud yang kemungkinan besar juga dia baru saja naik tahta. Sebagaimana kita tahu Raja Daud diurapi tiga kali menjadi raja bangsa Israel. Pertama kali ketika Nabi Samuel pergi ke rumah Isai dan mengurapi Daud menjadi raja ketika dia masih sangat muda (1 Samuel 16:13). Kemudian setelah Raja Saul wafat, Daud diurapi menjadi raja untuk suku Yehuda di Hebron (2 Samuel 2:4). Lalu tujuh tahun kemudian Daud diurapi menjadi raja atas seluruh suku Israel (2 Samuel 5:3).

Selama perjalanan hidupnya Daud melihat bangsa Israel dibawah pemerintahan raja Saul, Daud melihat dan mengalami banyak kekacauan dan masalah yang harus diperbaiki. Jadi ketika Daud menjadi Raja, dia merasa bahwa ia adalah hamba Allah, dan di sini dia menjatakan hal-hal yang akan dia upayakan untuk kebaikan kerajaannya – sebuah gambaran dari kerajaan Allah.
Mari memperhatikan apa yang Daud minta dan janjikan kepada Tuhan. “Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela: Bilakah Engkau datang kepadaku? Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku. Tiada kutaruh di depan mataku perkara dursila; perbuatan murtad aku benci, itu takkan melekat padaku. Hati yang bengkok akan menjauh dari padaku, kejahatan aku tidak mau tahu”. Daud ingin hidup tidak bercela. Sangat berbeda dengan kehidupan Raja Saul yang dipenuhi dengan kebencian dan kehidupan yang bercela dihadapan Tuhan dan rakyatnya. Daud sadar bahwa untuk hidup tidak bercela harus bukanlah berdasarkan kemampuannya sendiri tetapi kemampuan dari Allah, karena hanya Allah adalah Allah yang kudus.

Selain itu Daud juga menginginkan hidup dalam ketulusan hati di dalam rumahnya. Keinginan Daud ini sangat penting untuk diperhatikan. Daud sadar bahwa sebelum dia memimpin bangsa yang tidak bercela , dia harus mulai memimpin dengan benar dalam kerajaan yang kecil yaitu rumah tangganya. Raja Daud akan bertindak bijaksana dengan cara yang sempurna. Kerinduan Daud akan Tuhan terkait dengan keinginannya untuk menjalin hidup yang bijaksana dan kudus. Dia ingin memerintah dengan integritas dan kesalehan. Untuk dapat berhasil, dia harus memulai hal itu dalam keluarganya, di dalam rumah tangganya sendiri.

Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, Ketika Daud menduduki posisi kekuasaan yang lebih besar, semakin penting bagiya untuk berfokus pada kesalehan pribadi dan berperilaku bijaksana dengan cara yang sempurna. Kekuasaan seringkali mengungkap kelemahan karakter, jika tidak, justru membantu menciptakan kelemahan dalam melaksanakan tujuan hidup kita. Untuk itu semua Daud ingin memulainya dari dirinya sendiri, did alam rumahnya.

Tekad Raja Daud dalam Mazmur 101 ini sangat penting bagi kita semua sebagai anak-anak Tuhan. Kita semua dapat memberi contoh terhadap orang-orang disekitar kita. Keluarga kita, teman sekerja di kantor, sahabat di sekolah atau kampus, tetangga dan teman-teman seiman di gereja. Marilah kita minta kepada Tuhan agar Tuhan menolong kita hidup kudus, dan tidak bercela. Mohon kepada Tuhan agar dengan pertolongan Roh Kudus, hidup kita dipenuhi dengan kasih dan kebijaksanaan, agar kita dapat menjadi saksi bagi kemuliaan Tuhan. Mulailah dalam rumah tangga kita yaitu masyarakat kecil kita. Rumah tangga kita adalah tempat tersulit untuk berjalan dengan sempurna. Mintalah pertolongan Tuhan.

(JET19062026)

Pokok Doa SRHI GBIK
Jumat, 19 Juni 2026

  1. Berdoa untuk Jemaat yang mengalami pergumulan dan masalah yang berat yang dapat melemahkan iman, kiranya Tuhan kuatkan sehingga tetap setia mengikut Tuhan.
  2. Berdoa untuk Panitia Keanggotaan supaya selalu kompak dan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Doakan usaha Panitia Keanggotan dalam melakukan pengkinian data (update) database Jemaat GBIK supaya dapat terlaksana dengan baik dan lancar.
  3. Berdoa untuk masyarakat wilayah kota Palu, Sulawesi Tengah yang mengalami gempa bumi yang cukup besar kiranya Tuhan memberikan kesehatan dan kekuatan, terutama yang masih dalam tempat pengungsian.

Pokok Doa untuk Cabang Sindu, Bengkayang, Kalimantan Barat

  1. Berdoa untuk Sdri. Luviana dalam panggilan untuk masuk ke STBI Semarang. Doakan kiranya Roh Kudus meneguhkan hatinya untuk diperlengkapi dalam pelayanannya.
  2. Doakan untuk Simpatisan Bp. Andre, Ibu Ani, Ibu Atik, Bp. Landum, Bp. Okta agar kiranya terbuka hati untuk bergabung dan dibaptiskan di GBIK Cabang Sindu.
  3. Berdoa untuk pelayanan Pdt. Bima Iryanto beserta Keluarga, Tuhan memberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam menggembalakan Jemaat Sindu, Bengkayang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *