Melewati Air yang Besar

Bacaan Alkitab, Senin 15 Juni 2026 :
Mazmur 73 – 77

“Melalui laut jalan-Mu dan lorong-Mu melalui muka air yang luas, tetapi jejak-Mu tidak kelihatan.”
‭‭Mazmur‬ ‭77‬:‭20‬

Mazmur 77 ditulis dari ruang gelap dimana Asaf mengalami malam kegelapan jiwa yang begitu pekat. Ia terkena insomnia, hatinya hancur, dan ia sampai pada pertanyaan yang paling ditakuti oleh orang beriman: “Sudah lupakah Allah akan kasih-Nya?” (ayat 10). Namun, mari kita selami bagian penutup dari Mazmur ini (ayat 17–21) karena dibagian terakhir tersebut kita akan mendapati sebuah makna indah yang diharapkan dapat mengubahkan perspektif kita terhadap cara kerja Allah.

Dalam Mazmur 77:17-19 Asaf menggambarkan gambaran yang sangat menakutkan dan relevan dengan pengalaman kelam bangsa Israel masa lalu. Air gemetar, awan-awan yang mencurahkan air, guntur, dan kilat yang menerangi dunia merupakan refleksi historis tentang peristiwa laut merah dimana pada saat itu bangsa Israel diperhadapkan dengan dua sisi kematian (didepan mereka laut merah/teberau dan dibelakang tentara Mesir). Bagi orang Israel, laut atau “air yang besar – mayim rabbim” bukan sekadar alam; melainkan simbol dari kekacauan, ketidakpastian, dan maut. Dibagian ini kita dapat mendapati sebuah makna berharga dimana Allah sering kali menggiring kita ke tepi “kekacauan” kehidupan karena Allah tidak tertarik untuk sekadar membuat hidup kita nyaman; Dia tertarik untuk menyatakan diri-Nya sebagai Penguasa atas kekacauan tersebut. Oleh sebab itu jika hari ini kita sedang dikepung oleh badai masalah; ketahuilah bahwa badai itu bukanlah tanda absennya Allah, melainkan panggung bagi kedaulatan-Nya.

Tapi kok Allah tega ya menggiring kita ke tepi kekacauan? Bukankah Allah adalah Allah yang Maha Kasih? Ya, Allah adalah Allah yang Maha Kasih; namun perlu kita ingat bahwa kasih tidak selamanya meninabobokan kita sehingga kita terlena akan angin sepoi-sepoi yang ternyata hanya menjadi kenyamanan semu yang membahayakan iman kita sehingga kita cenderung hanya menjadi orang percaya yang tidak berpengalaman dengan Allah (Am.27:5-6; Ibr.12:6; Why.3:19).

“Saat Allah menggiring kita untuk melihat badai kehidupan, maka sebenarnya saat itu juga Allah sedang menyiapkan cara-Nya untuk kita melewati itu semua”

Untuk menjadi penutup SRHI hari ini, coba kita perhatikan Mazmur 77:20 terutama dibagian “laut jalan-Mu dan lorong-Mu melalui muka air yang luas”. Makna dari kalimat tersebut adalah bahwa Allah tidak meluputkan kita dari air yang besar; Dia menyatakan diri-Nya dengan berjalan bersama kita menembus air yang besar itu. Sesuatu yang tadinya adalah simbol maut (laut), di tangan Allah diubah menjadi jalan keselamatan.

Oleh sebab itu; jangan takut ketika hidup kita sedang dikelilingi oleh “air yang besar” karena sebenarnya air yang besar itu tidak memegang kendali atas kita namun sebaliknya Allah lah yang memegang kendali atas air itu. Jika Allah membawa kita ke tepi laut yang dalam, itu menandakan bahwa Allah sedang bersiap untuk menunjukkan cara berjalan yang belum pernah kita ketahui sebelumnya yaitu berjalan di atas ketidakmungkinan dimana akhirnya kita dapat melihat kuasa dan mujizat yang tidak pernah terbayangkan.

Tuhan Yesus memberkati
(YG150626)

Pokok Doa SRHI GBIK
Senin, 15 Juni 2026

  1. Mengucap syukur atas terlaksananya Ibadah Pagi 1, Sekolah Minggu, Pagi 2 dan Ibadah Sore yang sudah terlaksana dengan baik, kiranya Jemaat yang hadir diberkati dan menikmati hadirat Tuhan.
  2. Berdoa untuk kegiatan Sekolah Injil Liburan (SIL) GBIK yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 – 4 Juli 2026. Doakan panitia dan petugas SIL supaya diberikan kesehatan, kekompakan dan dapat membagi waktu dengan baik.
  3. Berdoa untuk BUMN yang menyediakan kebutuhan rakyat banyak (Pertamina, Bulog, PLN, dll) supaya tidak menyalahgunakan anggaran yang ada untuk kepentingan pribadi atau golongan dan para Pejabat didalamnya menjalankan tugasnya dengan hati yang takut akan Tuhan.

Pokok Doa untuk TPW Pengharapan, Birinoa, Halmahera Utara

  1. Doakan untuk jemaat yang sakit : Ibu Alpira Sinadia dan Ibu Marice Moteng supaya Tuhan menjamah dan menyembuhkan.
  2. Doakan untuk satu keluarga yang baru bergabung karena suami istri sedang bekerja di Weda supaya mereka tetap setia.
  3. Berdoa untuk pelayanan Pdm. Defretes Patty beserta keluarga. Doakan juga untuk kedua putrinya, yaitu sdri. Karyn Bronwin Patty yang dalam proses pendaftaran ke SMA, dan sdri. Putri Indrianti Laura Patty yang rencana tahun depan ikut tes polwan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *